Iklan

Kapolres Aceh Timur : Pasca MoU Helsinki Tidak ada Lagi Istilah GAM Di Aceh

ACEH TIMUR – Setelah penanda tanganan MoU Helsinki antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia, maka tidak ada lagi istilah GAM di Propinsi Aceh. Untuk itu tidak ada satupun alasan pembenaran senjata boleh ditangan sipil dan akan kita tumpas habis para pelaku atau gerombolan bersenjata api itu, untuk memberi rasa kenyamanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan, Kapolres Aceh Timur AKBP. Muhajir, SIK, MH, saat konferensi pers, Sabtu (11/10/14) dengan sejumlah wartawan dirumah dinasnya.
"Pihaknya akan membentuk tim khusus untuk menangkap Din Minimi baik hidup atau mati. Dan tidak akan mentolerir kelompok bersenjata tersebut yang mengaku mantan kombatan GAM pimpinan Din Minimi itu." Tegas Muhajir.

Masih menurut Muhajir, selama in kelompok tersebut telah meresahkan masyarakat dan juga sering melakukan aksi teror di beberapa tempat di wilayah hukum Aceh Timur." "Di antaranya kasus penculikan warga Skotlandia Juni 2013 lalu, perampokan mobil PT CPM pelaksana pemasangan pipa gas di Aceh Timur dan sejumlah aksi pemerasan lainnya, serta pengrusakan TPS di daerah Julok," imbuh Muhajir.

Kapolres menambahkan, Din Minimi beserta komplotannya bukan berjuang membela rakyat, akan tetapi kelompok ini hanya beraksi atas dasar kepentingan pribadi. "Ini masalah reintegrasi personal, jadi jangan serukan untuk kepentingan rakyat. Dan pemerintahan Aceh sekarang pemerintahan yang resmi dan sesuai dengan amanat Undang- undang," tambahnya.

Selain itu, Kapolres juga menyerukan bagi masyarakat  yang mengetahui keberadaan kelompok bersenjata ini, segera melaporkan ke pihak yang berwajib. "Karena selain TNI/POLRI, partisipasi masyarakat juga sangat diharapkan demi menjaga keamanan dan ketertiban nasional." Pinta Kapolres Muhajir.

Kelompok bersenjata ini  sudah ditetapkan sebagai DPO sekitar setahun yang lalu setelah melakukan sejumlah aksi  teror." Sampai saat ini polisi masih mencari keberadaan Din Minimi beserta kelompoknya. Mereka target utama Polres Aceh Timur baik hidup maupun mati." Demikian Kapolres Muhajir. (F- 75)