Iklan

Ratusan Massa Demo Kantor Walikota Lhokseumawe dan Hadiahi BH, Celana Dalam serta Softex.

LHOKSEUMAWE- Kantor Walikota Lhokseumawe, di demo oleh ratusan massa, Selasa (21/10/14). Massa yang memadati kantor walikota tersebut tergabung dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Warga Blang Lancang.

Dalam orasinya para pendemo menuntut Perusahaan PT. Arun LNG agar segera merealisasikan janji-janjinya, dimana janji-janjinya itu pada tahun 1974 silam.

Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) Rajali (58) bersama Koordinator Himpunan Mahasiswa Islam Lhokseumawe (HMI) Tri Juanda, di halaman Kantor Walikota Lhokseumawe, menagih janji-janji PT. Arun LNG untuk 4 Desa yang terkena imbas perusahaan vital tersebut.

Empat Desa tersebut yakni Desa Blang Lancang Barat, Blang Lancang Timur, Rancung Barat, dan Desa Rancung Timur, Sebanyak 542 Kepala Keluarga (KK) mentut Ganti Rugi 2 H Lahan Pertanian dan 1 unit Rumah/KK.

Koordinator lapangan Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) Rajali, dalam Orasinya menyebutkan bahwa, Pertamina, PT. Arun LNG, Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Aceh, hanya bisa berjanji, sendangkan untuk merealisasikan tidak pernah ada," sebutnya dalam orasi.

Amatan media ini, di depan Kantor Walikota Lhokseumawe, para pendemo saling melakukan dorong-dorongan bersama aparat kepolisian setempat.

Aksi saling dorong ini terjadi akibat aparat kepolisian menahan peserta demo untuk menerobos Pintu masuk Kantor Walikota, hal ini disebabkan tidak adanya respon dari pihak Pemko setempat.

Massa sampai saat ini masih bertahan di depan kantor Walikota, dan meminta perwakilan dari pemko untuk menerima kado yang dibawa oleh massa, kado tersebut merupakan pakaian dalam wanita seperti, BH, Celana Dalam (CD), dan Softex (Pembalut Wanita)

Namun dalam aksi saling dorong itu peserta demo menjadi korban akibat terkenak pukulan dari aparat kepolisian, kini korban luka-luka masih dirawat di RS PMI yang bernama, Misriadi (28). (Rj)