Iklan

Ratusan warga Demo Terkait Belum Terealisasinya Ganti Rugi Lahan Untuk perluasan Bandara Rembele

REDELONG– Ratusan warga dari Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Kamis (16/10), mengelar aksi demo dengan mendatangi lokasi pengerjaan proyek perluasan Bandara Rembele. Mereka meminta penghentian sementara pembangunan perluasan Bandara Rembele, karena permasalahan ganti rugi lahan yang dijanjikan pemerintah hampir setahun yang lalu hingga kini belum ada realisasinya atau kejelasan.

Dihadapan ratusan rekan-rekan nya, salah seorang pendemo, menyampaikan kepada Asisten I Pemkab Bener Meriah yang di dampingi Kapolres Bener Meriah, lahan mereka sudah dikerjakan untuk perluasan Bandara Rembele dan warga tidak diizinkan lagi untuk berkebun, tetapi ganti rugi lahan belum dibayar hingga sekarang.


"Pemerintah menyampaikan akan membayar ganti rugi, namun kesepakatan ganti rugi belum  dibicarakan dengan pemilik lahan. Bahkan berapa nilai tanah kami belum diketahui. Tetapi Pengerjaan proyek sudah dilaksanakan, dan janji pembayaran ganti rugi sudah berjalan hampir setahun"


Berdasarkan informasi yang di himpun dari beberapa warga yang sedang berdemo menyampaikan,  bahwa surat tanah masyarakat pemilik lahan yang termasuk dalam lokasi pelebaran bandara harus  menyerahkan surat tanah mereka melalui Kepala Desa masing-masing dan dianjurkan untuk membuat rekening, tetapi sudah hampir setahun hingga buku rekening itu mau mati uang ganti rugi belum juga dibayar oleh pemerintah.


Sekretaris Desa Kampung Karang Rejo, Mujianto, diantara para ratusan pendemo mengatakan, lahan warga yang terpakai untuk perluasan Bandara Rembele seluas 83 hektare dengan pemilik 231 orang dan tanah milik warga ini sudah tidak diperbolehkan bercocok tanam lagi oleh Pemerintah Daerah Bener Meriah dari bulan Februari 2014.


Mujianto menambahkan, jika dari Februari hingga Oktober saat ini masyarakat bercocok tanam sudah berapa kali panen dan berapa sudah kerugian masyarakat
Sementara itu,  Assisten I Setdakab Bener Meriah,  M Jafar, dihadapan warga pendemo mengatakan, pemilik lahan diharapkan untuk tidak menghentikan perluasan Bandara Rembele, ganti rugi lahan itu tetap akan dibayar dan pemilik lahan diminta untuk bersabar.
Ganti rugi lahan perluasan bandara rembele ini, kata M Jafar adalah tangung jawab Pemerintah Aceh dan Pemkab Bener Meriah belum menerima uang ganti rugi itu dari Pemerintah Aceh.


Menurut M Jafar, Pemerintah Aceh sudah menyiapkan dana ganti rugi lahan Bandar Rembele sebesar Rp16,4 miliar dan ganti rugi ini tidak dibayar sekaligus dalam tahun ini, tetapi akan dibayarkan juga tahun depan.


Ganti rugi tanah ini akan dibayarkan bulan depan yakni November 2014 dan bila juga tidak dibayarkan, Asisten I Setdakab Bener Meriah mengajak warga berdemo di Banda Aceh untuk menuntut langsung kepada Pemerintah Aceh.


Namun penjelasan Asisten I Setdakab Bener Meriah tidak menyurutkan tuntutan pendemo untuk mengentikan sementara pengerjaan proyek tersebut.


“Sebelum dibayar ganti rugi lahan, pengerjaan perluasan Bandara Rembele ini kami hentikan dan jangan coba-coba mengerjakannya di lahan kami ini, karena tanah tanpa dibayar sudah dikerjakan,” tegas mereka.(yus)