Iklan

Disinyalir, Pembangunan Talud di Madat Dikerjakan Asal Jadi

ACEH TIMUR - PT. Abad Jaya Grop, selaku pemenang proyek pembangunan Talud di Jalan Lintas Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur, pada awal Tahun 2014 lalu. Disinyalir, pembagunan Talud tersebut dikerjakan asal jadi. 

Pantauan Media ini, Rabu (5/11/14), kondisi talud itu, saat ini sudah terlihat patah, walaupun belum genap setahun. Hal ini, diduga akibat material yang digunakan untuk pembangun talud itu, tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Talud ini rusak masih dalam masa pemeliharaan, tak hanya itu, bila dilihat dengan kasad mata bangunan ini tidak ada penimbunan, disisi talud dan bahu jalan, dan bahkan timbunnan Tanah Pasir Batu (Tasirtu) tidak mencukupi.

Sementara itu, Dirut PT. Abad Jaya Grop, Muhammad Azis, beberapa hari yang lalu, membenarkan," itu memang kami yang melakukan pekerjaannya, dengan sumber angaran, dana Otonomi Khusus (Otsus) 2013. Dan kami sudah melakukan pekerjaan itu sesuai dengan RAB,"akui Azis, melalui telepon selulernya.

Dirinya menuding, bahwa, bangunan yang dikerjakanya itu rusak. "Kerusakan Talud ini, bukan kerena tidak bermutu, atau tidak bagus pekerjaannya. Namun kondisi yang membuat Talud itu rusak, diakibatkan adanya pekerjaan normalisasi saluran, yang ada di sepanjang pinggir Jalan Madat, hingga mengakibatkan terjadi patah di bagian pondasi Talud tersebut," tuding Dirut, PT. Abad Jaya Grop.

Dirut, PT Abad Jaya Grop, juga berjanji, akan memperbaiki Talud yang rusak, mengingat itu masih dibawah tanggung jawabnya, dikarnakan masih dalam masa pemeliharaan. Namun dirinya akan berkordinasi dengan Dinas terkait, menyangkut, perbaikan Talud tersebut, dan mekanismenya.

Tokoh Masyarakat Madat, juga mantan anggota DPRK Aceh Timur, Sulaiman, sapaan akrapnya, Apa Lekman, Kepada media ini, Rabu, (05/11) membantah tudingan yang dinyatakan, Dirut, PT. Abad Jaya Grop. "Sebelum, dilakukan pekerjaan normalisasi saluran itu, kondisi Talud tersebut memang sudah patah, dan masyarakat banyak yang melihat, bagai mana kondisi Talud sebelumnya," bantah Apa Lekman.

"Malah,  di sekitar Talud yang patah, tidak ada penggalian, itu bisa dilihat. Namun dibagian yang kondisinya bagus ada dilakukan pembersihan, malah tanahnya pun, kami timbun, di sisi Talud yang tidak cukup penimbunannya, sebelumnya Talud itu, kurang timbunan tanah," pungkas mantan anggota dewan ini. (IT)