Iklan

FPRM : Kapolda Aceh Diminta Tertibkan Mopen Plat Hitam

LANGSA - Terkait maraknya mobil penumpang umum (Mopen) jenis minibus berplat hitam melakukan layanan angkutan penumpang di Aceh, Kapolda Aceh bersama Dinas Perhubungan Provinsi Aceh diminta segera melakukan penertiban. 

Keberadaan mopen umum melayani angkutan dengan plat hitam telah melanggar Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2003 tentang pengangkutan dan kendaraan umum. Karena dalam keputusan tersebut dikatakan bahwa kendaraan yang beroperasi di jalan raya dengan mengangkut penumpang umun harus berplat kendaraan warna kuning. Hal itu disampaikan Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, Nasruddin kepada Global Aceh, Minggu (30/11/2014).
     
Dijelaskannya, bahwa mopen umum berplat hitam selain melanggar keputusan Menhub, juga tidak memiliki jaminan asuransi jiwa bagi penumpangnya bila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan lalu lintas. Sehingga, penumpang umum pada mopen berplat hitam akan sangat dirugikan atas kecelakaan dimaksud karena tidak bisa melakukan klaim asuransi kecelakaan.


Selain itu, masih kata Nasruddin, mopen umum plat hitam juga tidak memiliki kewajiban restribusi pajak pengangkutan umum terhadap pemerintah, sebagaimana diberlakukan kepada mopen umum resmi plat kuning. Dimana ongkos yang dibayarkan penumpang sudah termasuk pajak dan jaminan asuransi kecelakaan bagi penumpang.
     
"Tarif ongkos pada mopen umum plat hitam tidak mengikuti standar ketetapan Organda untuk jarak yang ditempuh, dimana penetapan tarif ongkos ditentukan oleh pihak pemilik mopen umum plat hitam secara pribadi. Tentunya hal ini juga dapat merusak standar tarif harga ongkos sebagaimana ketetapan organda dan pemerintah," sebut Nasruddin.
     
Untuk itu, dengan momen operasi zebra akhir tahun yang dilakukan jajaran Polri, Nasruddin minta kepada Kapolda Aceh dan jajarannya serta Dinas Perhubungan Aceh dan jajarannya untuk segera melakukan penertiban terhadap mobil penumpang umum berplat hitam yang beroperasi di Aceh.


"Ini momen yang tepat bagi jajaran Polda Aceh dan Dinas Perhubungan Aceh, untuk menertipkan mopen plat hitam," demikian Nasruddin Ketua FPRM.(N70)