Iklan

H.A.Muthallib, H ,IBR SE, SH Msi : Penutupan Wisata Pantai di Aceh Timur, Peluang Besar Untuk Memasok Narkoba dari Luar Negeri

ACEH TIMUR - Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pihak Badan Narkotika Nasional ( BNN) bahwa, Propinsi Aceh terutama pantai timur merupakan daerah peredaran atau transit narkoba terbesar.

Dalam hal ini pihak kepolisian Polres Aceh Timur harus ekstra ketat menjaga pesisir pantai Aceh Timur untuk menghalau masuknya benda haram tersebut, terutama kawasan perairan Kuala Idi, Kuala Idi Cut, Kuala Madat, Simpang Ulim, Kuala Peureulak dan seluruh pesisir pantai Aceh Timur harus mendapat pengawasan ketat.
Hal itu disampaikan, H.A.Muthallib, H , IBR SE, SH Msi, tokoh Masyarakat Aceh Timur kepada Wartawan, Kamis (27/11). 

Menurutnya, akibat penutupan wisata pantai dalam kawasan Aceh Timur juga merupakan kesempatan terbaik bagi para Bandar sabu-sabu untuk memasukkan narkotika tersebut dari Luar Negeri, " jika pantai itu sepi dari masyarakat tentu peluang mereka pelaku sangat besar, untuk itu kita juga mengaharapkan kepada Pemerintah Aceh Timur untuk dapat membuka kembali wisata pantai dengan tatanan syariat Islam. Jika wisata pantai terbuka pihak kepolisian dapat berbaur dengan masyarakat untuk menghalang masuknya narkoba jenis sabu-sabu ke Aceh, "ujar, H. A. Muthallib Ibrahim.

Disamping itu juga, aparat kepolisian diminta ekstra ketat dalam penegakan hukum terhadap kriminalitas narkotika di Aceh. "Pasalnya pengaruh narkoba jenis sabu-sabu di Aceh sudah pada tingkat sangat memprihatinkan atau rawan serta akan menciptakan pemimpin " Gila "di Propinsi Serambi Mekkah ini di masa akan datang." Ujar Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.

Kejahatan narkotika dapat menghancurkan masyarakat kalangan generasi penerus bangsa ini, hal ini terjadi bukan hanya di Aceh, namun seluruh Indonesia kejahatan narkotika semakin meningkat. 

Masyarakat Aceh Timur agar dapat melaporkan setiap kejahatan narkotika yang ada dilingkungan mereka masing-masing." kita juga mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian Polres Aceh Timur yang selama ini terus melakukan berbagai upaya untuk memberantas kriminal narkotika di Aceh Timur, seperti yang telah dilakukan Mapolsek Madat dalam kurun waktu seminggu berhasil menangkap 14 kasus narkoba mulai dari pengguna, kurir dan pengedar narkotika jenis sabu-sabu, ini patut kita berikan apresasi," ujar H. A. Muthalib yang juga Wakil Ketua Himpunan Organisasi Mahasiswa Notariat Pusat.

Narkoba merupakan suatu benda berbahaya yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda dan menciptakan generasi tidak berakhlak, narkoba juga dapat meningkatkan terjadinya kenakalan remaja, " yang lebih kita khawatirkan akibat pengaruh narkoba akan melahirkan pemimpin gila di Aceh dan Aceh Timur khususnya," demikian
H.A. Muthalib. (@Redaksi)