Iklan

Heboh, Saat Pelantikan Pimpinan DPRK Atim, 1 Anggota Dewan dari Fraksi Partai Aceh Tidak Berdiri Saat Lagu Indonesia Raya.


ACEH TIMUR - Saat pelantikan tiga pimpinan DPRK Aceh Timur, yakni, Marzuki Ajad (Partai Aceh), Samsul Akbar, SE (Partai NasDem) dan Ramlan (Partai Gerindra), Jumat (7/11/14) di gedung Aula Serba Guna Idi Kabupaten Aceh Timur. Satu anggota DPRK Aceh Timur berinisial MK dari Partai Aceh tidak berdiri saat menyanyikan lagu Kebangsaaan Indonesia Raya.

Amatan media ini, sejumlah anggto DPRK Aceh Timur yang lainnya, dan termasuk Bupati Aceh Timur Hasballah HM.Thaib, Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syamaun, Sekda Aceh Timur M.Ikhsan Ahyat, Asisten II Setdakab Aceh Timur Drs.Mohd.Mukhtar, Asisten III Setdakab Aceh Timur Drs.Irfan Kamal,M.Si, Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir, Dandim 0104 Aceh Timur Letkol Inf. Mahesa Fitriadi, Ketua MPU Aceh Timur Tgk.H. Bukhari Hasan dan para Kepala SKPK, para Kabag serta pimpinan Parpol, semuanya berdiri menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Sementara itu, Ketua DPRK Definitif Marzuki Ajad saat dikonfirmasi terkait salah satu anggota DPRK dari Fraksi Partai Aceh yang tidak mau berdiri saat lagu Indonesia Raya, dirinya mengatakan, itu hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang anggota DPRK, karena lembaga dewan merupakan lembaga resmi Negara, " kita tidak mentolerir" ujar Marzuki Ajad.

Ketua DPW Partai Aceh, Syahrul Bin Syama'un, mengatakan, dirinya selaku ketua Partai telah menegur anggota dewan tersebut secara lisan untuk tidak mengulangi lagi hal yang sama.

Sebagaimana diketahui, menghormati lagu kebangsaan Indonesia Raya telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 1958 tentang Tentang "LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAYA" pada BAB V Pasal 9 dengan bunyi "Pada waktu Lagu Kebangsaan diperdengarkan/dinyanyikan pada kesempatan-kesempatan yang dimaksud dalam peraturan ini, maka orang hadir berdiri tegak ditempat masing-masing". Begitulah bunyi PP No 44 tahun 1858. (@redaksi)