Iklan

Ahmadi Buktikan Jalan Kaki dari Surabaya ke Jakarta Untuk Temui Presiden

SURABAYA,  - Kali kedua perjalanan ke Jakarta, Senin (9/11/2014) dengan jalan kaki menjelang hari pahlawan 10 November, ingin menemui Joko Widodo yang sekarang menjabat Presiden RI ke – 7 periode 2014 – 2019, adalah memenuhi nadzarnya Ahmadi yang telah dinanti-nantikan. Sebelumnya ayah beranak tiga itu berjalan dari Surabaya ke Jakarta menemui Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta hanya untuk bersalaman hingga anaknya yang ketiga diberikan nama Muhammad Jokowi. 
Alasan Ahmadi berjalan jauh dari Surabaya – Jakarta yang berjarak sekitar 820 km tersebut, itu atas inisiatif sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Namun yang menjadi pertanyaan adalah hanya untuk bersalaman, karena pria yang beristri dua itu adalah seorang penggemar berat untuk Jokowi. 
Lebih lanjut pria yang bekerjanya sebagai pengayuh becak odong-odong itu, mengalungkan karton bertulis tangan tentang ekspedisi perjalanannya menuju Jakarta, namun tidak kalah penting tulisan Ahmadi  yang ditulis di karton itu telah mendapat stempel dari Polsek Semampir. 
Dalam perjalanan kakinya Ahmatdi mendapat perhatian serius dari Bara JP Jatim pimpinan Moch. Efendi, SH  hingga nadzarnya untuk berjalan kaki ke Jakarta, dilepas Bara JP Jatim di depan rumah pemotongan hewan, tepatnya di Jalan Arimbi – Surabaya. Selain Bara JP tidak ormas lain yang turut menyaksikan perjalanan kakinya Ahmatdi. 
Namun menurut pengakuan Ahmatdi waktu berjalan menemui Jokowi setelah menjadi Gubernur DKI Jakarta (9/9/2012) hanya mengantongi pecahan rupiah Rp2000, sekarang membawa uang pecahan rupiah sebesar Rp. 6000. Karena menurut pengakuan dia selama dalam perjalanannya ada yang simpatik dan memberikan bantuan selama perjalanan. Sedangkan untuk tempat istirahat, dia memilih SPBU dan menyambangi kantor-kantor kepolisian untuk meminta legalisasi bahwa dirinya berjalan kaki dari Surabaya ke Jakarta. 
Ketua Bara Jatim, Moch. Efendi mendukung secara moril, agar nadzarnya Ahmadi yang hendak
bertemu Jokowi di Istana Jakarta dapat diterima dengan baik, karena setiap pengurus Barisan Rakyat Jokowi Presiden (Bara JP) di daerah akan mensuport sang Ahmadi.
Sayangnya saat pelapasan Ahmadi di depan pemotongan hewan, tidak dihadiri Kapolsek melainkan  hanya dihadiri Kanit Intelkam Polsek Semampir. (dedy)