Iklan

Ini Kata Tgk Ni, Ketua KPA/ PA Wilayah Pasee : Bendera Aceh Bukan Bendera PSSI

ACEH UTARA - Ketua, Komite Peralihan Aceh/ Partai Aceh ( KPA/PA)  Wilayah Pasee, Tgk Zulkarnaini Bin Hamzah yang disapa akrab Tgk Ni , tetap mempertahankan  Bendera Bintang Bulan Sebagai Bendera Aceh. Karena, hal itu sesuai dengan hasil kesepakatan antara Pemerintah  RI- GAM yang tertuang dalam MoU Helsinki, di Finlandia, 15 Agustus 2005 silam.

Ia juga ,sangat menyayangkan pernyataan Menkopolhukam, Tedjo Edhi Pudjiatno yang menekankan pemerintah Aceh untuk mengubah bendera Aceh yang telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sebagai barter hak kelola minyak dan gas 200 mil. "Sehingga pemerintah pusat harus menekankan Aceh untuk mengubah bentuk dan warna bendera sebagai syarat mutlak untuk pembahasan lanjutan aturan turunan UUPA," kata Tgk Ni, kepada Globalaceh,  Kamis (20/11).

Kata dia, masalah bendera dan lambang Aceh sudah selesai pembahasannya dan tidak ada khilafiyah lagi. Bendera Aceh sudah sah menjadi bendera Aceh sebagai lambang yang mencerminkan keistimewaan dan kekhususan Aceh.

Pihaknya menilai selama ini pemerintah pusat tidak pernah menghargai bendera bintang bulan, yang disahkan oleh DPRA. " Kita minta kepada pemerintah pusat untuk menghargai bendera Aceh, jangan menyamakan dengan bendera lain seperti bendera milik PSSI." Pungkasnya.

Dalam hal ini, katanya, kami secara tegas tetap akan mempertahankan bendera bintang bulan sebagai bendera Aceh. Tidak boleh sedikit pun bendera itu dirubah." Kalau mau merubah pemerintah pusat harus duduk kembali dengan kami di Helsinki." Demikian tegasnya. (Rj)