Iklan

Jokowi Bertemu BaraJP, Pelantikan Jagung Molor

JAKARTA - ‎Pelantikan M Prase‎tyo sebagai Jaksa Agung di Istana Negara tertunda hingga 1,5 jam. Rupanya Presiden Joko Widodo keasyikan diskusi dengan Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), Kamis (20/11).



            Siang tadi, belasan relawan Bara JP berpakaian kemeja putih memang mendatangi komplek Istana Kepresidenan.  Acara pelantikan Prasetyo, meski tidak ada di jadwal Biro Pers, diagendakan pukul 14.00 WIB, Jokowi selesai bertemu dengan Bara JP pukul 15.00 lebih.
            Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menepis masalah administrasi Prasetyo menjadi penyebabnya ngaretnya pelantikan ini. Penyebabnya justru karena kehadiran relawan Bara JP.

            "Tadi kan karena presiden menerima para relawan yang baju-baju putih tadi untuk masuk ke Istana, jadi ada makan siang," kata Andi. Jokowi ber diskusi dengan para relawan itu. Diskusi terkait berbagai kebijakan yang sudah dikeluarkan, termasuk kenaikan harga BBM.
            Karena relawan begitu antusias berdialog, acara pun menjadi molor. Malah Jokowi meminta agar acara pelantikan ditunda hanya demi dialog dengan relawan. Bara JP. Padahal di Istana Negara sudah ada sejumlah pejabat terkait, termasuk Ketua MA Hatta Ali yang terpaksa menunggu.
            "Rupanya relawan antusias jadi tadi presiden meminta supaya pelantikan diundur dulu karena masih ingin berinteraksi dengan relawan," tandas Ketua MA, Hatta Ali.
            Sekjen Bara JP Utje Gustaaf Patyy tidak mau mengungkap topik yang dibicarakan dengan Jokowi. "Kami hanya disuruh datang, ya kami datang," jelas Utje.
            Sihol Manullang Ketua Bara JP, sedikit mengungkap topik pembicaraan. "Kami menyampaikan 7 poin masukan penting kepada Presiden. Salah satunya adalah impor pangan yang sekarang Rp 300 triliun per tahun," katanya.
            Bara JP juga memberi masukan kepada Presiden, agar Permendag 44 Tahun 2014 segera ditinjau, karena aturan tersebut justru membuat illegal mining malah leluasa. "Masukan kami soal mafian tambang, berdasarkan studi KPK dan ICW," jelas Sihol. (dd)

Caption:
Para anggota Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) yang sedang bergiliran masuk melewati metal detector, ketika hendak bertemu dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Negara Jakarta, Kamis (20/11). (Foto: Ist)