Iklan

Keuchik Keude Tuha Simpang Ulim Diperiksa, Polisi Akan Usut Tuntas Terkait Tanah Milik Pemkab Atim dijual

ACEH TIMUR - Polisi Resort Aceh Timur, memeriksa Keuchik atau Kepala Desa Keude Tuha, Kecamatan Simpang Ulim, Banta Cut AR, diruang pemeriksaan Reskrim Mapolres setempat, Senin (24/11) siang. 

" Keuchik tersebut diperiksa sebagai saksi," kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir, Sik, MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Budi Nasuha Waruwu SH, menjawab Wartawan di Mapolres Aceh Timur.

Sejauh ini, Kata Budi, polisi sudah memeriksa tiga saksi dalam kasus tersebut, yakni Keuchik Keude Tuha, Imam Desa Keudee Tuha dan salah seorang Kepala Dusun  Keudee Tuha.

Polisi akan terus mengusut kasus ini sampai tuntas." pekan depan, pihaknya juga akan memeriksa dua saksi lagi, yakni mantan Camat Simpang Ulim, Lukman SP dan mantan Wakil Bupati Aceh Timur, Drs Nabhani MM," demikian imbuh Iptu Budi Nasuha.

Seperti diberitakan sebelumnya, tanah bekas kantor camat lama Simpang Ulim, di pinggiran Jalan Medan-Banda Aceh, Desa Keude Tuha, Kec. Simpang Ulim, diduga sudah beralih hak miliknya dari milik pemkab Aceh Timur, diduga kemilik pribadi atau perorangan.
Dalam hal ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur sudah mengeluarkan sertifikat hak milik nomor 58 atas nama Asnawi, dan di tanah itu kini sudah dibangun empat pintu ruko dua lantai yang kabarnya akan dijadikan super market.

Sebelumnya, polisi juga telah memanggil dan memeriksa M Jamil Alue, (77), pensiunan PNS kantor camat Simpang Ulim. " Saya sudah dipanggil ke Mapolres Aceh Timur di Peudawa, sekitar sebulan lalu. Saya diperiksa sebagai saksi  7 jam," ungkap M Jamil Alue, Senin, 10 November 2014 lalu.

M Jamil Alue juga menyebut, selain dirinya, penyidik polisi juga sudah memeriksa saksi lain, termasuk wali tanah atau pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan tanah sengketa dan pihak yang sudah menguasai tanah tersebut berdasarkan sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).  

"Ini kabarnya tinggal diperiksa pihak BPN Langsa dan Drs Nabhani MM selaku bekas Kepala Sekretaris Wilayah Kecamatan (Sekwilcam) Simpang Ulim, tahun 1965. Setelah itu, berkas langsung dikirim ke jaksa dan pengadilan untuk proses sidang," imbuh M Jamil  Alue.
Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaaan Daerah (DPKKD) Aceh Timur, Teuku Munzar SE, melalui Kabid Aset, Teuku Hendra Faisal SE, M.Si, saat dikonfirmasi terpisah membenarkan kasus itu sudah ditangani polisi.

"Ya, betul, sudah ditangani polisi. Kita sebagai pihak pemerintah tentu saja memberi apresiasi dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan," kata Teuku Hendra Faisal, singkat. (@Redaksi)