Iklan

Pelaku Khalwat dan Maisir di Cambuk

LANGSA - Ribuan warga antusias menyaksikan eksekusi hukum cambuk terhadap sembilan (9) orang pelaku pelanggar khalwat dan maisir dilapangan Merdeka Kota Langsa, Jum'at, ( 21/11)

Acara ini turut dihadiri, Ketua DPRK Langsa, Burhansyan, SH, wakil Ketua DPRK Langsa, Faisal, Asisten III, Alfian, SH, Kadis DKPP. Ir. M. Yusuf, Ketua Mahkamah Syariah, Kepala KP2T, Qaiyum, Kepala Baitul Mal, Alamsyah Abubakardin, Kabag Kesra Fariansyah, Kasatpol PP, Muktar, Pasi Intel Kodim 0104, dan Kapolsek Kota, AKP. Armen Siregar
Sambutan Walikota Langsa, Tgk Usman Abdullah, SE yang dibacakan oleh Kadis Syariat Islam, Drs Tgk H. Ibrahim Latif, mengatakan, bahwa Pemko Langsa serius menerapkan hukum syariat islam sesuai dengan konstitusi yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Aceh.


"Jadi apa yang kita lakukan hari ini merupakan amanah Undang- undang dan Qanun tentang syariat islam yang diberlakukan di Propinsi Aceh," ujarnya.

Lebih lanjut, hari ini yang dicambuk berjumlah 9 orang diantaranya, 5 orang perempuan dan 4 orang laki-laki sesuai dengan petikan putusan Jinayat Makamah Syari'ah Kota Langsa.

Adapun terpidana Khalwat, T Priyono Yarmin warga Gampong Blang, Kecamatan Langsa Kota dengan pasangannya Mahdani alias Dea Rahmadani warga Gampong Sungai Pauh." Mereka terbukti bersalah melanggar pasal 23 ayat (1) Jo Pasal 4 Qanun Provinsi NAD No. 14 tahun 2003 tentang khalwat.

Dengan Uqubat Cambuk masing - masing sebanyak 6 kali setelah dikurangi masa tahanan," terangya.
Wahid warga Lengkong Kecamatan Langsa Baro dengan pasangannya Yusra warga Lhok Banie, Kecamatan Langsa Barat," Mereka terbukti bersalah melanggar pasal 23 ayat (1) Jo Pasal 4 Qanun Provinsi NAD No. 14 tahun 2003 tentang khalwat. Dengan Uqubat Cambuk masing - masing sebanyak 8 kali setelah dikurangi masa tahanan, namun untuk Yusra sementara ini di tunda proses cambuk dikarenakan yang bersangkutan sedang hamil

Sementara pelaku maisir, M, Razali (47) warga Karang Anyar, kecamatan Langsa Baro dan Sukarmin (44) warga Gampong Lengkong, Kecamatan Langsa Baro," mereka terbukti bersalah melanggar pasal 23 ayat (1) Jo Pasal 4 Qanun Provinsi NAD No. 14 tahun 2003 tentang Maisir. Dengan Uqubat Cambuk masing -masing sebanyak 6 kali setelah dikurangi masa tahanan," jelasnya.

Sedangkan Fauziah (49) warga Gampong Teungoh, Kecamatan Langsa Kota, Rika Fitriani (30) warga Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat dan Heriani (28) warga Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat," mereka terbukti bersalah melanggar pasal 23 ayat (1) Jo Pasal 4 Qanun Provinsi NAD No. 14 tahun 2003 tentang khalwat. Dengan Uqubat Cambuk masing - masing sebanyak 6 kali setelah dikurangi masa tahanan." Demikian kata sambutan Walikota Langsa Usman Abdullah SE, yang dibacakan Kadis Syariat Islam, Drs Tgk H. Ibrahim Latif.

Amatan Globalaceh, warga Kota Langsa sangat antusias menyaksikan pelaksanaan hukum cambuk, bahkan tidak sedikit yang mencaci maki para pelaku khalwat dan maisir yang telah mencoreng nama baik keluarganya. (N- 70)