Iklan

Pemilik Bangunan Keude Protes, Saat Tim Gabungan Mengusur Puluhan Bangunan yang Didirikan di Tanah Milik PT. KAI

ACEH UTARA - Tim Gabungan yang terdiri dari Personil Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) yang berasal dari Medan (SUMUT)  dibawah Pimpinan  Letkol Inf Lindo Hutabarat (Kodam I/ BB), dan Kapten Mar Sukardi (Lanal Jakarta),Polres Lhokseumawe, Kodim 0103 Aceh utara, Brimob Detasemen B Jeulikat Lhokseumawe, Satpol PP dan  Pemadam Kebakaran Kabupaten Aceh Utara, mengusur puluhan bangunan Keude yang dibangun diatas tanah milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Kamis (27/11/14).

Amatan globalaceh.com,   saat akan di bongkar paksa oleh  Tim Gabungan, ratusan pemilik bangunan keude yang akan digusur  itu mencoba untuk berusaha mempertahankan bangunan tersebut yang terletak di Desa Keude Geudong Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara.  

Para pemilik, merasa keberatan atas pengusuran tersebut karena  telah memiliki surat ijin mendirikan bangunan diatas lahan milik PT. KAI dan berupaya menjelaskan kepada petugas Tim Gabungan yang akhirnya terjadi perang mulut antara pemilik bangunan dengan petugas sehingga eksekusi tidak berjalan dan tidak terlaksana.

Setelah terjadi keributan yang panjang antara warga dengan pihak PT. KAI yang tidak ada penyelesaianya. Namun, sekira  pukul 12.00 Wib,  eksekusi akan dilakukan secara paksa, akan tetapi ketika ingin dilakukan eksekusi, kembali tejadi keributan sehingga Mobil Water Cannon milik Polres Lhokseumawe terpaksa menyemprotkan air kearah kerumunan warga agar membubarkan diri, akan tetapi warga yang protes malah memberikan perlawanan terhadap Tim Gabungan tersebut dengan cara melemparkan batu dan botol minuman ke arah Personil Tim Gabungan dan kearah mobil Water Cannon tersebut sehingga Tim Gabungan dari Pihak Polres Lhokseumawe sempat mengeluarkan tembakan keatas untuk meredam aksi brutal warga tersebut.

Sementara itu, sekira Pukul 13.30 Wib,  anggota DPRK Aceh Utara datang ke lokasi untuk menenangkan warga dan melakukan mediasi dengan Pihak PT. KAI beserta Polres Lhokseumawe.  Dalam mediasi  tersebut juga ikut terlibat Kapolres Lhokseumawe AKBP Cahyo Hutomo, Wakapolres lhokseumawe Kompol Driharto, SIK, Ketua Komisi D DPRK Aceh Utara,  Abdullah, dari Partai Aceh(PA), Anggota Komisi A DPRK  Syahrir dari Partai Aceh (PA), M. Sani Ishak, serta Anggota Komisi A dari Partai Nasdem, Anzir, SA dan Muspika Kecamatan Samudera .

Dalam pertemuan musyawarah tersebut, dari Pihak masyarakat yang diwakili oleh anggota DPRK Aceh Utara meminta kepada pihak PT. KAI agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan cara baik dan kekeluargaan. Sebagaimana permintaan warga atau pemilik, jika ingin malakukan penggusuran agar pihak PT. KAI dapat menyiapkan tempat lain atau berupa kompensasi kepada warga.  Dan pihak PT. KAI, meminta waktu selama 5 hari untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sekitar pukul 15.30 Wib, ratusan warga telah membubarkan diri dari lokasi tersebut. (Rj)