Iklan

Polres Langsa Tetapkan 6 Warga Sebagai Tersangka Dengan Pasal Berlapis

LANGSA - Terkait kasus tewasnya pencuri sapi, Suratman, warga Gampong Bandung, Aceh Tamiang beberapa hari lalu. Kepolisian Resort Langsa, telah menetapkan enam orang warga sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap pencuri sapi tersebut.

Hal ini disampaikan, Kapolres Langsa AKBP. H. Hariadi, SH, SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu. Sutrisno, kepada Globalaceh, Kamis (6/11) diruang kerjanya. Menurutnya, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya pencuri sapi tersebut." Sebelumnya, dalam kasus ini, kita memanggil 10 orang warga dari Gampong Asam Peutek, Langsa Lama dan Gampong Medang Ara, Langsa Timur sebagai saksi. Dari pemeriksaan ini akhirnya kita menetapkan enam orang sebagai tersangka yang terlibat lansung dalam kasus tewasnya terduga maling sapi," sebut Sutrisno.

Selain enam orang warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka, kemungkinan penambahan masih bisa terjadi." Karena saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan untuk mengungkap kasus tewasnya maling sapi." Katanya.

Lanjutnya, pengungkapan kasus tewasnya terduga maling sapi dimaksud sementara ini, enam warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu, Pasal 338 Sub 170 ayat 2 huruf 3, Sub Pasal 351 ayat 3 Yo Pasal 55, 56, KUHP, tentang penganiayaan berat  hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia.
   
"Sementara terkait kasus pencuriannya, tetap diproses secara terpisah dan saat ini pihaknya juga telah mengantongi nama-nama warga yang diduga terlibat dalam komplotan maling sapi di Gampong Asam Peutek, Langsa Lama beberapa waktu lalu." Terangnya lagi.
     
Adapun enam warga yang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu, Suprianto (20), Suparman (36), Warimin (43), Paidi (37), Wahyudi (20) kelimanya warga Gampong Medang Ara, Langsa Timur dan Ponidi (39) warga Gampong Asam Peutek, Langsa Lama. 
"Semua bentuk kesalahan sebesar apapun seseorang harus diselesaikan secara hukum, jadi kepada warga agar tidak main hakim sendiri karena itu hanya merugikan diri sendiri," demikian Sutrisno. (N- 70)