Iklan

Sopir Asyik Ngobrol, 250 Juta Uang JKN Raib

LHOKSEUMAWE - Benar - benar apes nasib yang dialami, sang sopir, M.Ali (23) dan bendahara Puskesmas Paya Bakong, Lhokseumawe,  Saudah (37). Saat sedang ngobrol-ngobrol dengan rekan pekerja proyek sambil melepaskan lelahnya dibawah pohon. Namun, tak disangka uang tunai senilai Rp. 250 juta yang disimpan didalam mobil ambulance tersebut hilang digondol maling. 

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari sumber Globalaceh di TKP , Kamis ( 20/11) menyebutkan, pencurian dana BPKS/ JKN untuk Puskesmas Paya Bakong, senilai Rp. 250 juta, dilakukan oleh, 2 (dua) Orang Tak Dikenal ( OTK) dengan menggunakan kendaraan jenis honda Revo, warna merah, diparkiran Masjid Islamic Centre, di Simpang Empat Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.

Sekira pukul 09.30 WIB, Saudah, selaku bendahara pada puskesmas tersebut, beranjak menuju Bank BNI Cabang Lhokseumawe, tepatnya di jalan Merdeka Utama Kota Lhokseumawe, bersama dengan Shintia,(35) yang juga  PNS pada Puskesmas itu, dengan menumpangi mobil ambulance Puskesmas Paya Bakong jenis Mitsubishi, Nopol BL 217 KC dengan sopirnya,  M. Ali, yang merupakan tenaga honorer di puskesmas tersebut.

Kemudian, sesampainya di Bank BNI Cabang Lhokseumawe, lantas, Saudah turun dan masuk untuk mengambil uang. Sementara, Shintia menuju ke kantor BKD Kabupaten Aceh Utara, persisnya, jalan Mayjend T. Bendahara, Kota Lhokseumawe.

Sedangkan, sang sopir, M. Ali menunggu Saudah di tempat parkiran bank BNI tersebut. Setelah proses pengambilan uang selesai, lalu Saudah bersama M. Ali pergi meninggalkan bank BNI  menuju ke kantor BKD dan kantor Dinas Dukcatpil untuk menjemput Shintia serta sekaligus ingin mengambil akte kelahiran. Namun, sesampainya dilampu merah didepan Taman Riyadah, mobil ambulance tersebut mengalami bocor ban pada roda depan sebelah kiri.

Kemudian, M. Ali mengambil inisiatif dengan menggantikan ban mobil yang bocor di parkiran Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe dan Saudah pun menuju kantor Disduk Capil dengan menumpangi becak. Setelah selesai menggantikan ban mobil, sang sopir, M. Ali beristrirahat sejenak dibawah pohon yg berjarak +- 20 meter dari TKP dan mengobrol dengan salah satu pekerja proyek pembuat saluran, Darmawan (22).

Ketika, M. Ali sedang mengobrol tiba - tiba datang dua orang OTK dengan menggunakn sepeda motor jenis Honda revo, warna merah dan langsung berhenti di samping mobil serta mengambil tas yang berisikan uang yang diletakan pada tempat duduk (jok) bagian kiri depan dan kemudian melarikan diri ke arah Kota Lhokseumawe. 

Saat, M. Ali, mengetahui uang tersebut dicuri,  kemudian menelepon Saudah untuk memberitahukan bahwa uang tersebut telah dicuri oleh OTK. Dan selanjutnya, Saudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Banda Sakti.

" Uang tersebut yakni, uang jasa BPJS/JKN Puskesmas Paya Bakong rapel selama 6 bulan sebesar Rp. 357 juta. Uang itu diletakan pada 2 (dua) tas dengan berbeda nilainya didalam mobil ambulance tersebut yakni, pada tas pertama, sebesar Rp. 107 juta dan pada tas kedua, senilai Rp. 250 juta, " jelas Saudah, Bendahara Puskesmas Paya Bakong, Lhokseumawe. (Rj)