Iklan

1, 7 Ton Minyak Ilegal Diamankan Satuan Reserse Polres Atim

ACEH TIMUR - Bahan Bakar Minyak (BBM ) ilegal diangkut dengan mengunakan dua mobil dan bermuatan 1,7 ton diamankan oleh satuan Reserse dan Kriminal Polres Aceh Timur. Minyak ilegal tersebut diamankan polisi di dua tempat terpisah dalam waktu dua hari.

Kapolres Aceh Timur, AKBP. Muhajir, SIK, MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Budi Nasuha Waruwu, Senin, 15 Desember 2014 menyebutkan, pihaknya pada, Sabtu (13/12/14) sekitar pukul 21. 30 Wib malam, menangkap Mobil jenis Daihatsu Xenia BL 598 KF, di Desa Bhoem, Kec. Rantoe Peureulak." Didalam mobil tersebut ditemukan 15 jerigen minyak ilegal dengan jumlah total diprediksi 525 liter." Sebutnya.

Kemudian, pada Minggu (14/12) sekitar pukul 15:15 Wib sore, pihaknya kembali menangkap mobil jenis L 300, BL 8421 KJ, di Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat Kabupeten Aceh Timur." Dalam Mobil pick-up ini bermuatan 4 drum plus 13 jerigen berisi minyak bensin dan minyak lampu dengan jumlah total sekitar satu 1200 liter atau 1,2 ton." Terangnya.

"Supir Xenia, Bhd, 27, asal Desa Meudang Ara Paya Bakong, Aceh Utara, masih diperiksa intensif oleh penyidik. Begitu juga supir L 300 Amd, 50 asal Desa Cot Geulumpang, Pelimbang Bireun dan kondekturnya SY, 44, asal Meunasah Keutapang, Jeunib Bireun," kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir melalui Kasat Reskrim, Iptu Budi Nasuha Waruwu.

Ketiga pria itu mengaku membeli minyak tersebut dari tambang tradisional di kawasan Kecamatan Rantau Peureulak, untuk dijual kembali ke kawasan Lhoksukon, Aceh Utara dan Jeunib, Bireun.

"Ketiganya sudah kita tetapkan sebagai tersangka karena berniaga BBM secara tidak sah. Mereka akan diproses dengan UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara," rinci Iptu Budi Nasuha.

Kasat Reskrim juga menyebut, modus yang digunakan para pelaku ini tergolong baru. Bahkan, khusus mobil L 300, diatas drum dan jerigen minyak juga dimuat beberapa  karung padi atau gabah kering supaya terkesan pickup itu hanya mengangkut padi.

"Tapi Alhamdulillah, berkat kerja keras kita, terutama anggota di lapangan, modus mereka tetap berhasil kita ungkap. Kasus ini akan terus kita dalami dan kembangkan sampai semua pihak yang terlibat diproses secara hukum. Sebab, selain merugikan negara, minyak hasil tambang ilegal juga tidak aman digunakan karena standarisasinya tak jelas." Demikian Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, Iptu Budi Nasuha Waruwu.(@Redaksi)