Iklan

Banjir Landa Langkahan, Ratusan Warga Mengungsi dan Terserang Penyakit Gatal- gatal

ACEH UTARA - Hujan deras yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut, mengkibatkan Banjir dikawasan Kecamatan Langkahan Aceh Utara, dan Aceh Timur.

Banjir yang melanda sejumlah Desa di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (20/12), semakin parah, akibatnya ratusan warga terpaksa mengungsi ketempat yang lebih aman. Namun sebagian warga Desa Buket Linteung masih terisolir, dikarnakan belum ada bantuan dari Timsar.

Pantauan Globalaceh.com, dilokasi Banjir, sepanjang tanggul irigasi langkahan terlihat warga sangat antusias memasang tenda darurat untuk dijadikan tempat berteduh, akibat rumahnya terendam banjir.

Nur (29) Warga Desa Buket Linteng kepada Globalaceh.com, Sabtu (20/12) menyebutkan, bahwa, sejauh ini belum ada bantuan dari Tim SAR, bahkan puluhan rumah warga desanya itu masih terendam air dengan ketinggian rata-rata 2-3 meter atau mencapai atap rumah.

"Air mulai naik pada Jumat (19/12) sekitar pukul 19:00 malam. Ketinggian air sudah hampir menenggelamkan rumah-rumah warga,"sebut nya.

Dikatakannya, debit air mulai tinggi sejak tadi malam, menjelang maghrib, warga juga sangan mengharapkan kepada pemerintah untuk segera mengevakuasi warga dan memberikan bantuan obat- obatan karena warga sudah mulai terserang penyakit gatal-gatal.

Sampai saat ini korban musibah banjir semakin terisolir dan belum mendapatkan bantuan baik dari SAR, Tim medis dan bantuan lainnya.

Sementara itu, Ketua Tim SAR Aceh Utara, M Dahlan, kepada Globalaceh.com, mengatakan, bahwa, pihaknya masih berada dalam perjalanan menuju lokasi membawa bantuan boat, dan sambil menunggu bantuan perahu karet dari Banda Aceh.

Selain melanda di Kecamatan Langkahan, musibah banjir juga melanda beberapa kampong di Kecamatan Pirak Timur. Sedikitnya, ratusan hektar sawah di kecamatan itu tereancam gagal panen akibat terendam banjir.

Menurut keterangan Geuchik Rayeuk Pange, Abdul Wahab, air mulai menggenangi persawahan warga sejak tadi malam, Jumat (19/12) sekitar pukul 02:00 WIB dini hari. (Ist)