Iklan

Banjir Melanda Atim, Pengungsian Capai 45.515 Jiwa

ACEH TIMUR - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Timur dalam sepekan ini, sejak Rabu (17/12/14) membuat sejumlah desa yang ada di 24 kecamatan seluruhnya dikepung banjir. 

"Status Kabupaten Aceh Timur Darurat Banjir. Sebab, 24 kecamatan disana seluruhnya dikepung banjir. Masa tanggap darurat bencana banjir hingga 30 Desember 2014." Demikian pernyataan Bupati Aceh Timur Hasballah HM.Thaib, melalui pers reales Humas dan Protokoler Pemkab setempat, Jumat (26/12/14). 

Penetapan status tersebut karena akibat bencana banjir telah menimbulkan kerusakan infrastruktur serta kerugian harta benda masyarakat.

Meskipun tidak merata diseluruh desa dalam tiap-tiap kecamatan, namun ke 24 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur dikepung banjir yakni Kecamatan Madat, Pante Bidari, Simpang Ulim, Julok, Indra Makmur, Darul Falah, Nurussalam, Darul Aman, Idi Rayeuk, Idi Rayeuk, Banda Alam, Idi Timur, Peudawa, Peureulak Barat, Ranto Peureulak, Peunaron, Serbajadi, Peureulak Kota, Peureulak Timur, Sungai Raya, Ranto Selamat, Birem Bayeun dan Simpang Jernih. Lima kecamatan terparah dilanda banjir yakni Peureulak Kota, Ranto Peureulak, Julok, Indra Makmur dan Pante Bidari.

Sejumlah titik juga longsor yakni Banda Alam, Serbajadi, Peunarun, Ranto Peureulak dan Kecamatan Birem Bayeun. Hingga hari ke 10 bencana banjir di Aceh Timur telah merusak sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan jembatan serta ratusan gedung sekolah ikut terendam, sehingga aktifitas proses pembelajaran lumpuh total sejak sepekan terakhir. 

Begitu juga dengan Gedung Puskesmas juga karam seperti Puskesmas Banda Alam, Darul Aman, sehingga mengakibatkan pelayanan harus dibuka di rumah penduduk yang berdekatan dengan Gedung Puskesmas untuk tetap melayani masyarakat.

Tinggi air di perkampungan berkisar antara 40 centimeter – 2 meter. Kondisi ini membuat masyarakat harus mengungsi ke meunasah-meunasah setempat. "Pengungsi di Aceh Timur tercatat mencapai 45.515 jiwa yang tersebar di 24 kecamatan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi,S.STP,M.AP.

Selain itu, lanjut Syahrizal, banjir juga telah merendam 181 desa dan menghanyutkan sejumlah rumah penduduk masing-masing di Desa Idi Rayeuk (1 unit), Banda Alam (1 unit), Idi Timur (1 unit), Peureulak (1 unit), Ranto Peureulak (1 unit) dan Pante Bidari (1 unit). Laporan dari berbagai kecamatan ke Posko Bencana Aceh Timur menyebutkan, banjir yang terjadi di Aceh Timur masih tergolong parah, bahkan jalan negara dibeberapa titik sempat tersendat seperti Peureulak, Darul Aman, Nurussalam dan Peureulak Timur, karena ketinggian air telah naik ke atas permukaan jalan 0 – 1 meter.

Dari Posko Bencana Aceh Timur diperoleh informasi bahwa, hingga hari ke 10 bencana banjir, kita sudah salurkan 65.115 kilogram beras, 1.183 kilogram gula, 1.151 minyak goreng, 765 kaleng ikan sarden, 288 dus air mineral, 1.257 dus Mi Instan, 14.640 butir telur, 176 kiloram bawang, 80 kilogram wortel, 130 pak bubuk teh, 58 pak roti unibis, 95 kilogram kentang, 468 kilogram ikan asin dan 71 botol kecap. "Bantuan terus kita salurkan sesuai dengan laporan pihak kecamatan," ujar Kabag Kesra Setdakab Aceh Timur, Rudi Selamat di Posko Bencana Aceh Timur di Idi, Jumat (26/12).

Sebagaimana diketahui, pengungsi terbanyak di Kecamatan Peureulak yakni di Desa Lhok Dalam yang berada di dua titik yakni lokasi Dinas Perhubungan Aceh Timur di Kota Peureulak dan lokasi Rumah Sakit Umum Rehab Medik Peureulak. "Bantuan yang masuk dari berbagai pihak terus kita salurkan ke pengungsi baik yang masuk dari BUMN ataupun BUMD yang selama ini beroperasi di Aceh Timur, termasuk dari PT Meco E&P Malaka berupa sembako," ujar Sekda Aceh Timur, M Ikhsan Ahyat,S.STP, M.AP melalui Asisten II Setdakab Aceh Timur, Drs. Mohd Mukhtar,M.AP.

Bupati Aceh Timur Hasballah HM.Thaib atau yang akrap disapa Rocky itu mengatakan, bencana banjir yang terjadi kali ini di Aceh Timur murni akibat debit air yang tinggi dan curah hujan yang semakin meningkat, sehingga terjadi luapan sungai. "Tapi mayoritas banjir yang terjadi akibat air kiriman, namun dibeberapa kecamatan banjir tergenang mencapai 50 centimeter – 2 meter seperti ke Kecamatan Peureulak, Ranto Peureulak, Banda Alam, Indra Makmur dan Julok serta Pante Bidari," ujarnya.

Bupati Rocky menambahkan, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan di tengah-tengah pengungsian, pihaknya terus menyalurkan bantuan logistik ke dapur-dapur umum, seperti beras dan berbagai jenis sembako lainnya. "Kita terus melihat dan meninjau sejumlah lokasi pegungsian dan titik-titik terparah di landa banjir, sehingga berbagai kebutuhan di pengungsian kita ketahui," ujar Bupati Rocky seraya meminta, Dinas Kesehatan untuk terus membuka Posko Kesehatan di lokasi pengungsian, sehingga pengungsi tidak diserang penyakit. (@Redaksi)