Iklan

Dana ditarik 35 Persen, Rumah Tak Kunjung dibangun

ACEH TIMUR - Proyek pembangunan rumah layak huni yang bersumber dari dana Otsus APBA 2014, di Desa Pucok Alue Dua, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, diduga fiktif.

Pembangunan rumah tipe 36 dengan anggaran Rp75 juta itu sama-sekali belum dibangun. Ironisnya, serta dikabarkan, rekanan sudah menarik 35 persen, bahkan sudah diusul pengamprahan sampai 100 persen walaupun pengerjaan fisik dilapangan belum dikerjakan sama sekali.

Penerima bantuan rumah tersebut, Zulham (30) warga Desa Pucok Alue Dua Kecamatan Simpang Ulim, baru mengetahui proyek rumah itu sudah turun setelah didatangi konsultan pengawas untuk mengecek proyek tersebut.

Saat petugas Konsultan mengecek kelapangan, yang pertama kalinya, awal november 2014 dan kali kedua, Minggu (7/12/14). " Dia tanya dimana lokasi pembangunan rumah tersebut. Saya bilang tidak ada. Jangankan rumah, setumpuk pasir pun belum sampai," kata Zulham kepada Wartawan, Selasa (9/12).

Proposal rumah layak huni tersebut dibuat sekitar Juni 2013 lalu dan dalam bulan yang sama  langsung dimasukkan ke kantor Pekerjaan Umum  Provinsi Aceh, di Banda Aceh." Proposal dibawa oleh adik ipar saya yang kebetulan berdomisili di Banda Aceh." Jelas Zulham.

Keuchiek Pucok Alue Dua, Syamsul Bahri, terpisah menambahkan, konsultan pengawas proyek rumah tersebut juga pernah menemuinya sekitar awal November 2014 dan Minggu 7 Desember 2014. Petugas bernama Irza itu mengaku sengaja mengecek ke lapangan karena pihak rekanan sudah menarik uang 35 persen, bahkan sudah memasukkan berkas untuk pencairan 100 persen.

"Waktu pertama datang, dia tanya apa ada proyek rumah duafa atau proyek rumah layak huni di Pucok Alue Dua tahun 2014. Saya bilang tidak ada. Kalau ada, saya selaku kepala desa pasti tahu karena yang sudah-sudah,  apapun proyek pemerintah yang turun ke desa, pihak rekanan pasti lapor dulu," kata Syamsul.

Sementara Irza, konsultan pengawas dari PT Multi Sarana Design, yang dihubungi via telefon selular, mengatakan, selain rumah atas nama Zulham Rusli di Pucoek Alue Dua, Kec. Simpang Ulim, perusahaannya juga mengawasi 13 unit proyek rumah  layak huni lainnya di wilayah kabupaten Aceh Timur, yang didanai dengan dana Otsus 2014.

"Dari 14 unit proyek rumah ini hanya punya Zulham yang tidak dibangun. Yang lain rata-rata realisasi fisiknya sudah 60-70 persen, termasuk 3 unit di Kec. Birem Bayeun. Khusus punya Zulham, kita tak tahu siapa pelaksana proyeknya karena rekanannya beda-beda. Yang jelas, proyek itu tidak bisa dipindahkan ke tempat lain, " kata Irza.

Sedangkan mengenai penarikan dana proyek, sambung Irza, secara aturan dana itu tidak bisa dicairkan tanpa rekomendasi atau persetujuan pihak konsultan pengawas. "Kita tidak pernah meneken rekomendasi itu. Soal dipalsukan tandatangan atau bagaimana, kita tidak tahu. Yang jelas, kita tidak mau berurusan atau masuk penjara gara-gara proyek tersebut," pungkas Irza.(@Redaksi)