Iklan

Kapolres Langsa Ajak Warga Lestarikan Hutan Manggrove

LANGSA - Dalam rangka HUT Kepolisian Perairan dan Udara ke 64, Polres Langsa melakukan penanaman  5 ribu batang Manggrove di Gampong Pusong Telaga Tujoh, Kecamatan Langsa Barat, Senin (15/12).

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolres Langsa, AKBP.Hariadi,SIK, Wakapolres, Kompol.Hadi Saepul Rahman,SIK, Kajari Langsa, R.Miftahol Arifin,SH, Danramil Langsa Timur, Kapten.Kav.Agusam, Direktur PT. Energi Poros Bumi, Ahmad Sumarling, Kasat Polair, AKP. Kasnap, Danki Brimob Subden 2B Pelopor , Iptu. Iswahyudi, Kasat Reskrim, Iptu Sutrisno, Kasatlantas, Iptu.T. Zia Fahlevi, Staf Ahli Pemko Langsa, Ir. Tarkun, Asisten 1 Pemko Langsa, Suriyatno.Ap. dan Kabid Kehutanan H Andi.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, Komjen Pol Drs.Putut Eko Bayuseno,SH, dalam sambutannya yang dibacakan Kapolres Langsa, mengatakan acara penanaman pohon manggrove ini merupakan saat yang tepat bagi kami seluruh anggota Kepolisian Perairan dan Udara untuk melakukan perenungan kembali atas eksistensi, fungsi dan peran Pol Airud semenjak terbentuknya pada 64 tahun yang lalu.

Dimana, dengan segala keterbatasan prasarana, alat utama, jumlah dan kemampuan personil, Pol Airud mampu terus bekerja melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mencegah serta menanggulangi berbagai bentuk ancaman dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat di perairan.
   
Dijelaskannya, manfaat penanaman pohon manggrove ditinjau dari fungsi fisik yakni untuk menjaga garis pantai tetap stabil dari abrasi laut, menahan adimen secara priodik hingga terbentuk lahan baru, melindungi pantai dari proses erosi dan sebagai kawasan penyangga proses rembesan air laut serta juga sebagai filter air asin menjadi ait tawar. Fungsi biologi hutan manggrove yakni sebagai kawasan berkembang biak bagi burung dan satwa, sumber plasma dan sumber genetika, habitat alami bagi berbagai jenis binatang darat dan laut serta sebagai daerah mencaru makanan bagi plankton.

Kemudian, fungsi ekonomi pohon manggrove yakni sebagai bahan bakau industri, sebagai penghasil bibit ikan, udang dan kepiting serta sebagai penghasil kayu bakar, arang atau untuk bangunan dan perabot rumah tangga. Sedangkan fungsi wisata manggrove yakni sebagai kawasan wisata alam pantai, sumber belajar bagi pelajar dan lahan penelitian.


Diharapkan, melalui program ini masyarakat bisa meneruskan karna kita sifatnya hanya menggugah masyarakat untuk menananam manggrove, karena manfaat dari penanaman pohon ini adalah masyarakat pesisir ini, sehingga masyarakat bisa mengerti akan pentingnya pohon bakau di pesisir.

Sementara itu, Staf Ahli Pemko Langsa, Ir. Tarkun menyampaikan dalam upaya melakukan rehabilitasi pohin bakau, Kota Langsa telah melakukan langkah-langkah strategis menyahuti hutan manggrove seperti pembuatan sarana dan prasarana pendukung di kawasan hutan bakau, pengembangan program pendidikan lingkungan dan ekowisata dan penegakan hukum serta menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang mendukung kelestarian pohon bakau.

Lanjutnya, manggrove sebagai habitat tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya. Dari sisi ekonomi manggrove menghasilkan kayu untuk bahan bangunan dan arang serta menghasilkan kayu untuk bahan bangunan dan arang serta menghailkan buah/biji untuk dibuat berbagai panganan atau minuman. Karenanya, sudah saatnya penyelamatan pantai dari abrasi pantai dan tingkat kerusakan yang lebih parah membutuhkan penanaman pohon manggrove dan diikuti dengan pemeliharannya, hal ini membutuhlan dukungan semua pihak, terutama masyarakat setempat dan kita semua memiliki kepedulian terhadap kelestarian hutan manggrove.

Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Kasat Polair, AKP.Kasnap, menjelaskan pada HUT Pol Airud ke 64 ini, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan seperti gotong royong di sekitar TPI Kuala Langsa dan penanaman pohon manggrove ini yang bekerjasama dengan pemangku adat, panglima laot, nelayan serta masyarakat setempat dan mendapat dukungan dari PT. EPB (Energy Poros Bumi) (N- 70)