Iklan

Pembahasan R-APBK 2015 Kisruh, Fraksi Partai Gerindra DPRK Atim dan NasDem Walk Out

ACEH TIMUR - Fraksi Partai Gerindra dan Partai NasDem DPRK Aceh Timur, Walk Out (Keluar ) dari ruang sidang saat pembahasan R-APBK 2015, di Gedung DPRK Aceh Timur, Senin, (15/12/14).

Walk Out kedua fraksi partai politik tersebut karena tidak diberikan hak suara dalam pembahasan R- APBK 2015 itu.

Menurut Ketua Fraksi Partai NasDem DPRK Aceh Timur, Tgk. Adam, S. Sos. I, kepada Wartawan mengatakan, aksi walk out tersebut terjadi setelah versi tegang antara sesama anggota Badan Anggaran DPRK Aceh Timur ( Banggar).

" Pasalnya, saat salahsatu anggota Banggar, Hamdani A. Gani dari Fraksi Partai Gerindra menyarankan kepada pimpinan DPRK Aceh Timur, Marzuki Ajad, untuk membahas pendapatan terlebih dahulu, belum sempat hal tersebut diperjelas oleh salahsatu anggota badan anggaran, tiba- tiba Muzakkir dari Fraksi Partai Aceh mengamuk sambil membalikkan meja sidang serta merongrong anggota Badan Anggaran yang menyarakan usulan tersebut karena dianggap sarannya itu mengacaukan sidang pembahasan anggaran." Kisah Tgk Adam.

Sehingga kata Tgk Adam, terpaksa Wakil ketua II DPRK Aceh Timur dari Partai Gerindra, Ramlan, meleraikan kejadian itu dan juga terkena imbas rongrongan dari Muzakkir anggota Fraksi Partai Aceh itu." Ujar tgk Adam.

Kemudian, masih menurut Tgk Adam, ianya melakukan intruksi kepada pimpinan DPRK Aceh Timur untuk berbicara tetapi pimpinan sidang tidak menghiraukan dan tidak memberi kesempatan sedikitpun untuk berbicara," imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Narmawi, salahsatu anggota Banggar dari Fraksi Partai NasDem mengatakan, kejadian seperti itu sebenarnya tidak perlu terjadi, karena itu hanya hal sepele, maunya saran yang diajukan oleh salahsatu anggota Banggar sudah sesuai dengan Permendagri No 13 tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

"Kenapa diminta pembahasan pendapatan terlebih dahulu karena terjadi perbedaan angka antara KUA PPAS yang telah disahkan dengan hasil voting di sidang paripurna lalu, senilai Rp. 1, 392.618.297.245, sedangkan di R-APBK Tahun 2015 yang diserahkan Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Syamaun sebesar Rp 1.384.087.321.682.00. Sehingga selisih angka pendapatan senilai Rp. 8 Milyar lebih, " demikian pungkas Narmawi. (@Redaksi)