Iklan

Petani Menjerit, Harga Coklat dan Sawit Anjlok

Ilustrasi
ACEH UTARA - Akhir- akhir ini para petani di Kabupaten Aceh Utara dan agen pengumpul kelapa sawit dan coklat menjerit. Hal ini disebabkan karena murahnya harga pembelian dua komoditi tersebut.

Harga kelapa sawit yang sudah mencapai Rp. 2000/kg, kini turun drastis menjadi Rp. 1350/kg. Begitu juga dengan komoditi coklat yang harganya sudah mencapai Rp. 30.000/ kg sehingga turun menjadi Rp. 23000/kg.

M. Nazar Zulmi (32) salah seorang agen kelapa sawit di Buloh Blang Ara Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara yang ditemui globalaceh,com mengatakan, tidak mengetahui persis apa penyebab turunnya harga kelapa sawit tersebut selama ini .

"Para pengumpul kualahan selama ini karena harga nya terlalu murah, Saat ini harga perawatan terlalu tinggi, seharus nya harga harga harus melonjak di bandingkan tahun-tahun yang lalu." Ujarnya, Sabtu 13 Desember 2014.

Muhammad Daud (36) warga Kecamatan Pirak Timu Kabupaten Aceh Utara, yang sudah sepuluh tahun menjadi pedagang pengumpul coklat, mengatakan, harga coklat kering saat ini Rp. 23.000/kg, sedangkan coklat yang masih basah Rp. 4500/kg.

"Akibat harga yang tidak stabil membuat para pengumpul mengalami kerugian. Karena efek harga sekarang cenderung semakin terjun bebas dan naik turun hanya belasan ribu perkilo." Ujarnya.

Kalau begini terus harga dua komoditi tersebut sehingga bisa merugikan petani. Karena biaya keluar yang tinggi secara otomatis harga di petani terpaksa di beli murah." Untuk itu, pemerintah setempat supaya menetapkan harga standar agar petani tidak mengalami kerugian alias gotong royong semata." Harapnya.

Sebagaiman diketahui, banyaknya kebun kakao atau coklat yang rusak bahkan musnah dimakan penyakit hama dan cuaca yang tidak menentu. Banyak petani yang menebang kakao dan mengantinya dengan menanam singkong karena harga kakao semakin turun. (Rj)