Iklan

Petugas Kesehatan Hewan di Abdya ikut Pelatihan Isikhnas

ACEH BARAT DAYA - Para petugas kesehatan hewan dan peternakan yang tersebar di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengikuti pelatihan Informasi Sistem Kesehatan Hewan Nasional (Isikhnas) yang digelar oleh Dinas Pertanian dan Peternakan  (Distanak) Kabupaten setempat. Acara pelatihan tersebu berlangsung selama dua hari yang bertempat di aula Cafee Vanila Kecamatan Susoh.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat Daya, Ir Adusmin Umar, MM melalui Kabid Peternakan, drh Nasrudidn kepada Globalaceh.com, mengatakan, pelatihan yang ikuti oleh 20 peserta merupakan para petugas Distannak setempat. "Mereka merupakan petugas di kecamatan dan didinas,"kata Nasruddin, Jumat (19/12).

Pelatihan tersebut katanya, terselenggara berkat kerjasama antara Pemkab Abdya dengan Australian Aid, Australian Goverment dan Dirjen Perternakan Pusat di Jakarta." Sementara para pemateri adalah drh Yohana dari Jakarta, Alui mewakili dari Australian Aid, Lepsi dari Koordinator Regional Medan, sementara dari Provinsi Aceh dihadiri Rita Ekyanti dan dari Abdya drh Lena Erita," jelasnya.

Ia mengatakan, tujuan pelatihan tersebut agar kedepan sistim pelaporan hewan nasional mengunakan sistim aplikasi informasi yang sifatnya online yang mengunakan seperti SMS dengan mengunakan format tersendiri.

"Isikhnas merupakan sistim kesehatan hewan Indonesia yang mutahir. Sistim ini mengunakan teknologi sehari-hari dengan cara sederhana namun cerdas untuk mengumpulkan data dari lapangan dan dengan segera menyediakannya bagi para pemangku kepentingan dalam bentuk yang bermakna dan dapat segera dimanfaatkan. Selain itu, karakteristik utama Isikhnas meliputi sederhana, terpadu, cepat, semua penguna data memperoleh manfaat, melayani semua, dan berkelanjutan," paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Isikhnas bukanlah semata-mata mengenai pengelolaan data yang lebih baik, akan tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada orang-orang yang bekerja di lapangan di seluruh Indonesia. Secara garis besar katanya, iSIKHNAS akan memadukan beberapa sistem pengelolaan informasi yang lebih efisien dan terjangkau bagi banyak pengguna.

"Dengan menghubungkan Isikhnas kita akan dapat menghubungkan data laboratorium dengan laporan penyakit, dan semua ini dilakukan secara otomatis. Hal ini sangat membantu para pengambil kebijakan di berbagai tingkat, juga baik bagi semua orang yang bekerja dalam bidang kesehatan hewan," demikian Nasruddin.

RATU