Iklan

Ratusan Warga Datangi Polres Langsa Minta Bebaskan 6 Tersangka Terkait Tewasnya Maling Lembu

Langsa, Globalaceh. com - Ratusan warga masyarakat yang tergabung dalam 4(Empat) gampong yakni Gampong Asam Peutik, Madang Arak, Matang Panjang dan Matang Setui, mendatangi Polres Langsa, Kamis (4/12/14).

Amatan globalaceh, com, kedatangan ratusan warga tersebut meminta untuk melepaskan 6 (Enam) orang warga masyarakat yang telah ditetapkan jadi tersangka terkait penganiayaan pencuri lembu hingga tewas beberapa bulan lalu.

Ratusan warga yang didominasi ibu- ibu itu, tiba di Polres Langsa, sekira pukul 10. 00. Wib, dengan menggunakan kendaraan roda dua. Dan mereka disambut Wakapolres Langsa, Kompol. Hadi Saepul Rahman,SIK, Kasat Reskrim, Iptu. Sutrisno, Kasat Lantas, Iptu.T. Zia Fahlevi serta Wadanki Brimob Subden 2 B Pelopor Aramiah, Ipda. Nurdin.
     
Dalam pertemuan yang digelar dihalaman Mapolres, sempat terjadi ketegangan antara warga dengan aparat hukum. Mereka tetap bersikeras meminta agar enam orang temannya yang ditahan polisi segera dibebaskan. Bahkan, beberapa kali penjelasan yang disampaikan oleh Wakapolres dan Kasat Reskrim tidak dihiraukan. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat aparat kepolisian untuk terus memberikan penjelasan, hingga akhirnya beberapa orang perwakilan mereka melakukan dialog di Aula Mapolres Langsa.


"Polisi bukan tidak mau membebaskan ke 6 (Enam) orang tersangka yang ditahan pihaknya, tapi semuanya itu ada aturan yang harus dijalankan. Dan, apakah tersangka yang ditahan ini benar atau tidak melakukan penganiayaan hingga tewas, itu bukan kewenangan polisi tapi pengadilan." Ujar Wakapolres Langsa, Kompol. Hadi Saepul Rahman,SIK, dihadapan ratusan massa.

Dia menambahkan, pihaknya hanya melakukan penyelidikan dengan mencari alat bukti dan saksi," dalam kasus ini polisi tidak ada pilih kasih, artinya pelaku pencurian dan penganiayaan, kedua-duanya tetap dilakukan proses hukum," tegasnya.  
   
"Namun pihak Kepolisian akan membantu atas permohonan warga, untuk ditangguhkan penahanan enam tersangka penganiayaan itu. Dalam artiannya, proses penangguhan penahanan harus dilakukan sesuai prosedurnya, yakni harus ada penjamin baik dari keluarga tersangka, atau perangkat desa, tokoh masyarakat, maupun Ormas." Pungkasnya.
   
Surat penangguhan penahanan baru masuk kemarin (Rabu-red), dan akan dipelajari lebih lanjut." Intinya jika penangguhan penahanan bisa dilakukan, tentunya tersangka harus koperatif, datang setiap dipanggil, dan tidak lari, agar proses hukum berjalan lancar. Jika itu terjadi, maka si penjamin wajib bertanggung jawab," demikian tandas Wakapolres Langsa. (N- 70)