Iklan

Belasan OTK Hajar Dekgam dan Lakon Mantan Combatan GAM Hingga Babak Belur

Aceh Timur - Dua penjaga alat berat jenis excavator atau beco di areal Tanaman Konversi (TK) Afdeiling II Perkebunan Julok Rayeuk Utara (JRU) PTPN I, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, dihajar secara membabi buta oleh belasan Orang Tidak Dikenal (OTK), Senin (16/2/15) dini hari, sekira pukul 02.15 WIB. 

Kedua korban penganiayaan secara brutal tersebut, yakni Jamaluddin alias Dek Gam (33 ) mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) warga Desa Jambo Lubok Kecamatan Indra Makmu. Sedangkan, Bahrizal Alias Lakon (30) yang juga mantan combatan GAM merupakan warga Desa Paya Demam 3 Kecamatan Pante Bidari. Saat ini kedua korban tersebut telah dievakuasi ke Puskesmas Alue Ie Mirah. 

Informasi diperoleh media ini, pada saat kejadian pelaku mengebuk atau menghajar korban secara membabi buta. Dan jumlah pelaku diperkirakan berkisar 15 orang lebih serta pihak korban tidak mengenal satupun para pelaku tersebut.

Puluhan OTK itu dikabarkan, saat memukul korban dengan menggunakan kayu dan juga dengan gagang kunci shock. Kemudian para korban diikat dengan kain serta tali yang lokasinya berada disekitar 30 meter dari TKP. Selanjutnya para pelaku mulai membongkar onderdil alat berat jenis excavator atau beco. 

Kapolres Aceh Timur, AKBP. Hendri Budiman, SIK, MH, melalui Kapolsek Indra Makmu IPTU. Dasril, SE, membenarkan tentang kejadian brutal tersebut. 

"Dari hasil kejahatan itu para pelaku mengambil beberapa jenis barang-barang dari TKP, diantaranya, dua buah sporket kiri dan kanan, pompa hindrolik, motos gas, panel komputer dan elektrik pada alat berat excavator atau beco serta satu unit sepeda motor jenis Supra milik korban." Ujar Dasril. 

Kejadian tersebut terungkap kata Dasril, berawal dari salah seorang karyawan Perkebunan JRU yang beralamat di Afd II, yang bernama Surep (50 ) mendegar teriakan orang minta tolong sekitar pukul 07.00 WIB. "Karena Surep tidak berani sendirian, lalu dirinya berusaha memanggil masyarakat sekitar untuk melihat orang yang berteriak minta tolong dan sesampainya di TKP mereka langsung menolong korban yang saat itu sudah berlumpur dan satu diantara korban dalam keadaan tanpa ada pakaian di tubuh (telanjang_red). Selanjutnya korban dibawa puskesmas Alue ie mirah untuk di rawat." Ungkap Kapolsek Dasril.

"Setelah dilakukan olah TKP dan penyisiran disekitar TKP telah ditemukan kembali sepmor milik korban yang jaraknya lebih kurang 300 meter dari TKP, satu buah sporket dan 2 buah pompa hindrolik, kedua barang bukti alat eskavator tersebut ditemukan 800 meter dari TKP dan saat ini sejumlah barang bukti tersebut telah diamankan di Polsek Indra Makmu," demikian terang IPTU. Dasril, SE. (F- 75)