Iklan

Belum Terima Gaji, Ribuan Karyawan PTPN- I Langsa Menjerit

Langsa- Akibat produksi sawit dalam beberapa bulan terakhir ini menurun, membuat sebanyak 5705 karyawan PTPN- I  Langsa hingga saat ini belum menerima gaji, hal ini membuat karyawan perusahaan BUMN tersebut resah dan menjerit.

" Benar, gaji karyawan untuk bulan Januari 2015 belum dibayarkan oleh perusahaan, karena belum cukup uang untuk membayarkan gaji karyawan," demikian disampaikan Kaur Humas PTPN- I, Syaifullah, SE, kepada media ini,  Senin (16/2/15), di kantornya.

Dijelaskannya, ribuan karyawan yang belum menerima gaji itu tersebar di  Kebun Lama, Kebun Baru, Pulau Tiga, Tualang Sawit, Julok Utara, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Seumentok, PKS Pulau Tiga, PKS Cot Girek dan Kebun Cot Girek." Karena, mengalami kemarau yang panjang sehingga berdampak pada hasil produksi sawit, sehingga perusahaan tidak memiliki dana cadangan untuk membayar gaji karyawan." jelasnya.

"Apabila kondisi produksi normal, maka karyawan menerima gaji setiap tanggal 5 setiap bulannya. Untuk membayar gaji seluruh karyawan perusahaan harus mengeluarkan dana sebanyak Rp.  17 Milyar setiap bulannya. Dan, untuk mengatasi persoalan ini, saat ini perusahaan sedang melakukan proses pinjaman ke salah satu bank di Kota Langsa, namun karena di awal tahun sehingga banyak proses yang dilakukan pihak bank, maka pinjaman itu sedikit terlambat." Imbuhnya.

Dia menambahkan, jika tidak ada halangan maka Insya Allah dalam minggu ini proses pinjaman itu sudah bisa cair, dan perusahaan akan segera membayarkan gaji karyawan,"Berapapun yang didapat pinjaman dari bank, maka perusahaan akan segera membayarkan gaji karyawan, tapi jika pinjaman tidak sepenuhnya disetujui oleh bank, maka direksi sudah sepakat akan mendahulukan gaji bagi karyawan lepas," tambah Syaifullah.

Saat ini, katanya, hanya 65 persen hasil produksi dari tanaman dan hasil tanaman tersebut  digunakan untuk membayar seluruh biaya perusahaan termasuk hutang yang ada pada bank. Karenanya, kami berharap kepada seluruh karyawan untuk bersabar dan berdoa agar masa krisis ini bisa segera dilalui." Yakin dan percayalah bahwa Direksi memahami kondisi yang dialami oleh karyawan akibat belum menerima gaji," demikian harap Syaifullah.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Petani Aceh Timur (SIPAT) Zulfadli Idris menilai, keterlambatan  pembayaran gaji karyawan oleh pihak PTPN- I merupakan bentuk perbuatan yang tidak bisa ditolerir.

" Seharusnya, pihak PTPN- I harus melibas seluruh komunitas maling yang ada di kebun, baik yang dilakukan oleh oknum petinggi perusahaan tersebut maupun pihak ketiga yang selama ini terkesan dipelihara karena diduga ada membayar setoran. Kalau ini bisa dibenah,  maka hasil produksi tanaman sawit akan meningkat dan gaji karyawan pun tidak tersendat pembayarannya," Cetus Zulfadli. (N- 70)