Iklan

Bimata Politica Indonesia : Rakyat Belum Lupa Pertemuan Mahathir, Mega dan Jokowi April 2014 di Teuku Umar  

Jakarta - Pemerintahan rezim Jokowi tak henti-hentinya mengeluarkan kebijakan kontroversial yang diyakini menyakiti perasaan masyarakat. 

Setelah 100 hari pertama masa pemerintahannya, Jokowi mengobral 50 kursi jabatan pemerintah (https://balasjasa.wordpress.com), kali ini Jokowi memberikan 'tender' mobil nasional kepada PT Adiperkasa Citra Lestari milik Hendropriyono yang menggandeng Proton asal Malaysia melalui kesepakatan dalam bentuk MoU.

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha menilai, bahwa Jokowi gagal menunjukkan tajinya sebagai seorang Presiden harapan rakyat. Ia bahkan kerap mementingkan  praktik 'balas jasa' yang tak bermoral dibanding menyelesaikan gonjang-ganjing permasalahan bangsa yang tak kunjung usai.

"Saat ini kekecewaan masyarakat terhadap Jokowi semakin membesar, karena Jokowi tak merealisasikan janji  kampanye tak akan bagi kursi atau tender kepada yang membantunya di Pilpres lalu. Sekarang keadaan itu diperparah dengan melakukan kerjasama bersama Proton, yang bukan hanya dimiliki oleh Malaysia namun juga sedang mengalami kesulitan penjualan di mana-mana." ujar Panji, melalui pers realeasnya yang diterima media ini, Senin, (9/2/15)

Masyarakat mempertanyakan mengapa harus Proton, karena bukan 'rahasia umum' lagi kedekakatan mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad yang sekaligus chairman Proton dengan Megawati, bahkan ketika pemilu sudah berlangsung  pada April 2014 mantan PM Malaysia ini menyambangi kediaman Megawati  dan disambut pula oleh Jokowi.

" Jokowi menunjukkan ketidaksiapannya memimpin dan menghancurkan moralitas bangsa Indonesia jika alasan MoU dengan Proton adalah balas jasa. Ini juga pertanda bahwa Trisakti Bung Karno yang digadang-gadang menjadi dasar pemerintahan rezim Jokowi pun musnah dan hanya pemikat saat pemilu saja. Jika tidak diperbaiki ini bukan hanya tidak bermoral, namun mencederai harkat dan martabat bangsa Indonesia" tutup Panji. (@Redaksi)