Iklan

Rekanan Terlantarkan Proyek Rumah Sederhana, Dinsos Atim Selaku Pengawasan Harus Bertanggung Jawab

Aceh Timur - Aparat penegak hukum di Aceh Timur, diminta untuk mengusut tuntas terkait ditelantarkannya proyek pembangunan rumah sederhana untuk warga yang tergabung dalam Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Buket Makmu, Kecamatan Julok, oleh rekanan atau kontrakror.

Permintaan tersebut diminta oleh, Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM), Nasruddin kepada media ini, Rabu, (4/2/15). Menurutnya, akibat ulah rekanan tersebut sehingga membuat warga sangat sengsara atau menderita." Pasalnya, proyek itu diduga ada permainan setelah pihak dinas mencairkan anggaran untuk kontraktor, padahal pekerjaannya belum rampung." Ungkap Nasruddin.

Dia menambahkan, penelantaran proyek rumah sederhana untuk masyarakat miskin di pedalaman tersebut harus dicari dalangnya. Karena, menurut Nasruddin, hal itu tidak mungkin terjadi jika tidak ada dalangnya.

Lanjutnya, proyek yang bersumber dari dana APBN yang diluncurkan melalui Dinas Sosial Propinsi Aceh itu sudah dua tahap dimana tahun 2013 sebanyak 17 unit juga bermasalah," sangat jelas terlihat adanya permainan antara kontraktor dengan konsultan serta pejabat di dinas terkait. "Pasalnya, bagaimana rekanan bisa mengajukan termin sampai 70 persen, jika volume proyek belum mencukupi," cetusnya.

"Proyek rumah sederhana untuk masyarakat miskin itu bisa ditelantarkan oleh kontraktor, karena konsultan proyek dan pejabat yang bertanggungjawab di Dinsos Aceh jarang turun ke lapangan. Sehingga kontraktor bisa merekayasa laporan seolah-olah proyek telah rampung dan dana pun bisa dicairkan." Imbuhnya.

Ditegaskan Nasruddin, ulah rekanan yang meninggalkan pekerjaannya itu bisa menjadi alasan bagi penegak hukum untuk mulai mengusut tuntas kasus tersebut. "Kami berharap polisi bisa terus bekerja menindaklanjuti kasus yang sudah muncul ke permukaan ini, sehingga masyarakat tau siapa yang bermain," kata Nasruddin seraya menambahkan, masyarakat sungguh sangat menderita akibat dari kondisi rumah yang telah ditelantarkan tersebut. Apalagi hampir semua calon penerima rumah masih menumpang di rumah-rumah darurat. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur, M. Yasin, selaku pihak pengawasan rumah sederhana tersebut, ketika dimintai tanggapan terkait persoalan tersebut melalui selulernya mengatakan, saya lagi ada acara dan sedang melayani pihak BPJS. (@Redaksi)