Iklan

Auzir Fahlevi : Mustahil terciptanya Pemerintahan yang bersih dan berwibawa, jika aparatur menjadi dalang atas praktik KKN

Aceh Timur- Sampai kapan pun tidak akan pernah terciptanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa, jika aparatur pemerintahan sendiri masih menjadi dalang atas praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Hal tersebut disampaikan, Balon Bupati Aceh Timur periode 2017- 2022, Auzir Fahlevi SH, kepada media ini melalui pesan blackberry massengernya,  Selasa, 23 Maret 2016.

"  Jadi mustahil akan terciptanya pemerintahan bersih dan berwibawa kalau itu semua tidak dibenahi seperti adanya gratifikasi dalam setiap pemenangan tender proyek," pungkasnya.

Dia menambahkan, itu menjadi program prioritas selain mengratiskan Raskin ( Beras Miskin_ Red) untuk masyarakat miskin di Aceh Timur." Saat ini harga tebus raskin tersebut  seharga Rp 1700 hingga Rp. 2000 per kilonya. Dan ini menunjukkan pemerintah tidak fokus dan sama sekali tidak berpikir untuk kepentingan masyarakat," terangnya.

"  Padahal,  kemampuan APBD Aceh Timur mencapai Rp. 1,8 triliun pada tahun 2016 dan sangat memungkinkan untuk menggratiskan raskin sebagai salah satu tanggung jawab negara atau pemerintah berdasarkan konstitusi UUD 1945," cetus Auzir.

Lanjutnya, jika dibandingkan dengan angka trilyunan APBK Aceh Timur tiap tahunnya, maka sangatlah tidak seberapa karena biaya untuk mengratiskan raskin diperlukan dana sekira Rp. 28 sampai 30 milyar pertahun.

Untuk itu, katanya lagi,  program raskin gratis ini bukanlah perkara konyol atau asal -asalan tapi sangat riil dan benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat level bawah." Insyak Allah, apabila Allah mengizinkan dan rakyat memberi amanah untuk memimpin Aceh Timur kedepan, maka saya ingin sekali memaksimalkan anggaran APBK untuk sektor publik. Selama ini APBK hanya diplot untuk membiayai proyek fisik semata sedangkan untuk pembangunan sprituil dan kesejahteraan masyarakat masih terabaikan." Demikian Auzir Fahlevi, SH. ( Redaksi).