Iklan

Pembunuh Nek Fatimah, Sayuti alias Grandong diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup

Aceh Timur- Apresiasi yang luar biasa terhadap kinerja Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur dibawah pimpinan AKP. Budi Nasuha Waruwu, SH. Pasalnya,  banyak kasus pembunuhan di Aceh Timur berhasil terungkap.

Salahsatunya, kasus pembunuhan terhadap Fatimah Binti Bulah (65) warga Dusun Selamat Desa Pantee Panah Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur yang terjadi pada Jumat, 1 April 2016.

Dalam jangka waktu tidak lebih dari 30 jam satuan Reskrim Polres Aceh Timur berhasi mengringkus pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh Sayuti alias Grandong Bin A. Wahab (23) yang juga warga setempat, sehari- harinya berprofesi menjajakan martabak telur disaat kenderaan berhenti baik mobil pribadi atau minibus penumpang di Keude Lhoknibong Kecamatan Pantee Bidari.

Kapolres Aceh Timur, AKBP. Hendri Budiman melalui Waka Polres Kompol Carlie Syahputra Bustaman, Sik yang didampingi Kabag Ops Kompol Rusman Sinaga dan Kasat Reskrim AKP. Budi Nasuha Waruwu, SH, pada saat pers rilis di Aula Mapolres, Minggu, 3 April 2016, mengatakan, setelah menerima laporan dari polsek Pantee Bidari terkait adanya pembunuhan tersebut langsung menuju TKP bersama tim identifikasi.

" Setelah pihaknya melakukan oleh TKP dan kemudian membuat tim untuk mencari keterangan dan informasi keluarga dan tetangga korban. Dari beberapa saksi yang dimintai keterangan mengerucut lah kearah tersangka," ujar Budi.

Dia menambahkan, Salahsatu saksi orang tua tersangka yang mengatakan melihat tersangka pada malam kejadian tersebut dipekarangan rumah korban." Pada sore harinya tersangka juga mengatakan kepada saksi akan berangkat ke Medan Sumatera Utara. " Bersama tim melakukan pengejaran dan akhirnya tersangka berhasil kita bekuk disebuah rumah kontrakan yang terletak di jalan Pasundan Kecamatan Medan Petisah," terangnya.

Motif tersangka nekat menghabisi nyawa korban kata Budi, karena dendam dan sakit hati. Pasalnya, korban pernah meminjam uang kepada tersangka sebanyak 2 juta sejak tahun 2013 lalu. Dan baru dibayar 1 juta dan setiap ditagih korban selalu berdalih tidak punya uang. Sedangkan tersangka mengetahui belakangan ini korban sering meminjamkan uang kepada orang lain.

" Dengan dalih tersebut tersangka merencanakan melakukan pembunuhan dengan masuk lewat pintu belakang rumah korban. Kedatangan tersangka diketahui oleh korban yang saat itu sedang berada di dapur dan langsung tersangka mencekek leher korban sampai meninggal dunia." Pungkas Budi.

Lanjutnya, tersangka kemudian mengambil 1 cincin emas dan tiga anting- anting milik korban dan pulang."'atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis, 365 junto 338 junto 340 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan atau pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," demikian AKP. Budi Nasuha Waruwu, SH. (Red)