Iklan

"Bagaimana Polisi Mau Profesional, untuk Makan Saja Kurang..."

JAKARTA — Mantan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Edi Hasibuan, mengatakan, sudah menjadi rahasia umum bahwa ada polisi yang mencari proyek tidak halal sebagai pekerjaan sampingan.

Salah satunya, kata dia, dengan menjadi calo pembuatan SIM hingga tilang. "Kalau kita datang ke jalan raya, tidak segan-segan polisi tilang minta buat rokok-lah. Itu harus diubah," ujar Edi kepada Kompas.com, Kamis (19/5/2016). Padahal, kata Edi, polisi lalu lintas mendapatkan insentif Rp 10.000 sekali tilang.

Untuk "polisi nakal", mereka akan melepaskan pengguna kendaraan dengan cara damai dan mendapatkan uang lebih banyak.

Edi mengatakan, dengan fenomena ini, Kapolri harus mempertimbangkan adanya peningkatan gaji dan remunerasi. Untuk setingkat bintara saja, gaji yang diberikan Rp 2,5 juta-Rp 3 juta, berikut remunerasi.

"Bagaimana mau profesional, makan saja kurang. Dia nyari-nyari lagi," kata Edi. Tak hanya gaji personel, dana anggaran penanganan kasus juga masih kurang.

Hal ini dinilai menjadi penyebab dari banyaknya oknum polisi yang memeras agar kasus pelapor cepat diusut. "Di situlah terjadi penyimpangan. Ada orang laporan, dia yang biayai, cepat diselesaikan. Orang laporan biar dihentikan, si terlapor yang main," kata Edi.

"Jadi, negara, atau pemerintah, atau presiden, hal ini harus bisa jadi prioritas. Kalau dibiarkan, sama saja membiarkan polisi melakukan penyimpangan," lanjut dia.

Sumber Kompas.com