Iklan

Budee' GAM Ka Bak Jaroe Rakyat. Bek Sampoe Salah Timbak...!

Aceh Timur-- Ketua Tim Pemenangan Calon Gubernur Mualem dan Calon Bupati Rocky Aceh Timur, Tgk Ahmady Mustafa menegaskan, Partai Aceh (PA) merupakan wadah transformasi perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dari perang senjata ke perang politik.

" Lheuh Damei, Tentra GAM hana lee budee. Ka takoeh mandum. Jinoe 'budee' bak jaroe rakyat. Bek sampoe salah neutimbak watee uroe pemungutan suara. Neutimbak beupah bak PA. Bupati lumboi 2. Keu gubernur lumboi 5," kata Ahmady pada acara pelantikan Tim pemenangan Mualem dan Rocky Kec. Pantee Bidari, di Lhoknibong, Senin (14/11/16) petang.

'Budee di tangan rakyat' yang dimaksud Ahmady bukan bermakna senjata api sesungguhnya. Itu kata tamsilan untuk mewakili hak pilih atau hak suara rakyat Aceh Timur pada Pilkada 2017 mendatang.

Mantan Ketua BRA Aceh Timur ini menjelaskan, PA adalah partai penerus perjuangan GAM yang dideklarasikan Paduka Yang Mulia Alm Tgk Hasan Tiro di Gunung Halimun 4 Desember 1976. Setelah melalui perang fisik, GAM dan NKRI sepakat berdamai dan lahirlah kesepakatan politik yang disebut MoU Helsinki.

"Begitu damai, GAM otomatis kembali ke rakyat. Begitu juga perjuangan, berganti haluan dari perang fisik berbasis gerilyawan ke perang politik berbasis rakyat. Jadi, sesungguhnya kekuatan PA itu berada di tangan rakyat Aceh sendiri. Sementara tujuan utama perjuangan adalah mengangkat harkat dan martabat Aceh berlandaskan itikad Ahlussunnah waljamaah serta mensejahterakan Aceh  secara utuh, merata dan menyeluruh," urainya.

Itu sebabnya, sambung Tgk Ahmady, Partai Aceh beda jauh dengan partai lokal lainnya dan parnas. " PA ini martabat Aceh. PA lahir berkat perngorbanan besar serta perjuangan yang sangat  panjang dan berat. Bahkan, nota kesepahaman Helsinki sempat nyaris gagal diteken gara-gara GAM minta Parlok. Tapi, Alhamdulillah, berkat doa ulama, syuhada, anak yatim dan janda korban konflik, poin parlok disepakati hingga akhirnya lahir PA," pungkas Tgk Ahmady Mustafa.(red).