Iklan

Dalam 3 Hari, Ratusan Warga Rohingya Myanmar Mengungsi ke Bangladesh

Yangon, - Ratusan warga muslim Rohingya dari Myanmar telah melintasi perbatasan untuk mengungsi ke negara tetangga Bangladesh, dalam tiga hari terakhir. Ini terjadi seiring meningkatnya kekerasan di wilayah barat laut Myanmar.

Seorang pejabat Organisasi Migrasi Internasional (IOM) menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/11/2016), dirinya telah menyaksikan lebih dari 500 orang melintasi perbatasan barat Myanmar dengan Bangladesh dan masuk ke kamp-kamp IOM selama tiga hari terakhir.

Para pekerja kemanusiaan PBB mengkonfirmasi laporan tersebut tanpa menyebutkan angka spesifiknya. Para pekerja tersebut mengatakan mereka melihat sendiri ratusan warga Rohingya yang mengungsi dari Rohingya baru-baru ini.

Seorang warga Rohingya yang kabur ke Bangladesh menceritakan saat-saat kepergiannya dari Myanmar.

"Saat itu, saya kabur bersama empat putri saya dan tiga cucu ke bukit terdekat ... kemudian, kami berhasil melintasi perbatasan," ujar seorang warga desa dari negara bagian Rakhine, Myanmar barat.

Diimbuhkannya, dia meninggalkan Myanmar pekan lalu setelah militer mengepung rumahnya dan membakarnya.

Sebelumnya, organisasi hak-hak asasi manusia, Human Rights Watch (HRW) menyatakan, otoritas Myanmar telah menghancurkan setidaknya 1.250 rumah milik warga muslim Rohingya dalam kurun waktu enam pekan terakhir. Laporan itu disampaikan HRW berdasarkan analisis citra satelit dari Rakhine.

Rakhine yang menjadi rumah bagi sekitar 1,1 juta warga minoritas Rohingya, telah dilanda gelombang kekerasan etnis sejak tahun 2012. Saat itu, lebih dari 100 orang tewas dalam berbagai bentrokan antara warga mayoritas Buddha dan warga minoritas Rohingya. Konflik itu juga menyebabkan puluhan ribu warga Rohingya tinggal di kamp-kamp pengungsi.

Kekerasan kembali mencuat menyusul serangkaian serangan mematikan oleh ratusan massa terhadap pos-pos polisi perbatasan bulan lalu. Sejak serangan itu, militer Myanmar melancarkan operasi di desa-desa Rohingya.

Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hingga 30 ribu orang telah kehilangan tempat tinggal selama kekerasan yang terjadi sejak penyerangan pos-pos polisi pada Oktober tersebut. Pasukan Myanmar telah menewaskan hampir 70 orang dan menangkap lebih dari 400 warga Rohingya sejak kekerasan yang dimulai enam pekan lalu itu. Demikian data yang disampaikan media pemerintah Myanmar, namun menurut para aktivis, angka sebenarnya jauh lebih tinggi. Sumber Detiknews.com