Iklan

Kasus Ahok, Penyidik Bareskrim Sudah Periksa 24 Orang Saksi

Jakarta - Tim penyidik Bareskrim Polri sudah memeriksa 24 orang saksi terkait kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Polri akan mempercepat perampungan berkas perkara Ahok untuk dilimpahkan ke penuntutan.

"Kita sudah memeriksa 24 saksi dalam kaitan penyidikan, jadi pro-justitia. Jadi setelah saudara Ahok nanti diperiksa sebagai tersangka, selesai, akan ada lagi yang dipanggil sebagai saksi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2016).

Dalam percepatan proses pemberkasan, tim penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi ahli di antaranya ahli agama, ahli pidana dan ahli bahasa. Mereka dimintai keterangan terkait sangkaan penistaan agama saat Ahok berbicara dengan warga di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu pada 27 September.

"Intinya dari penyidik Bareskrim Mabes Polri ini akan berusaha semaksimal mungkin agar berkas perkara ini jadi sesuai dengan arahan bapak kapolri, mudah-mudahan dalam waktu 1-2 minggu ini berkas perkara sudah jadi dan bisa dilimpahkan ke kejaksaan," ujar Rikwanto.

Ahok hari ini datang ke Mabes Polri sekitar pukul 08.57 WIB. Ketua tim advokasi Ahok-Djarot, Sirra Prayuna menyebut kliennya didampingi 15 orang pengacara.

"Kita harapkan pemeriksaan sebagai tersangka kepada saudara Ahok hari ini tuntas karena memang ini sedikit mengulangi cuma posisinya berbeda. Kemarin sebagai saksi, hari ini sebagai tersangka. Pasti ada pertanyaan-pertanyaan tambahan, keterangan tambahan dari saudara Ahok," imbuh Rikwanto.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menyebut kasus Ahok saat ini sudah memasuki tahap akhir. Tito menyebut dalam waktu tidak lama lagi berkas perkara akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

"Saya ingin menekankan bahwa untuk proses hukum kasus Pak Ahok sudah mendekati tahap akhir, 2 minggu lagi akan diserahkan ke jaksa," kata Tito, Senin (21/11).

Dalam penyelidikan, polisi sudah memeriksa Ahok dua kali. Ahok setelah gelar perkara tim penyelidik kemudian ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pidana dengan Pasal 156 a KUHP juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sumber Detik.com