Iklan

Kualitas Proyek Jalan dan Jembatan 2016 Jakut di Pertanyakan Warga







JAKARTA,  

Kualitas jalan dan jembatan yang baru saja selesai di kerjakan kontraktor beberapa waktu lalu di pertanyakan warga. Tak hanya itu Warga Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung PriokJakarta Utara juga mempertanyakan kinerja Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Utara. Pasalnya, meski berbagai kerusakan terjadi pada proyek jalan dan jembatan, warga tidak melihat tindakan tegas dari pihak Sudin selaku pengawas.

"Badan jalan yang baru selesai dicor tahun 2016 lalu sudah patah. Padahal kalau patah tidak seharusnya dibayarkan pada kontraktor, sebab tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam dokumen kontrak. Bukan tidak boleh dibayarkan, tetapi dibayarkan hanya sesuai kuantitas serta kualitas yang memenuhi syarat kontrak. Kalau tidak, artinya terjadi kerugian negara. Dengan demikian, kontraktor, pejabat sudin serta konsultan pengawas patut diduga bersekongkol melakukan KKN. Kita minta KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk melakukan investigasi ke Jakarta Utara, agar publik seperti apa kualitas jalan dan jembatan di Jakarta Utara," ungkap pemerhati konstruksi Jakakarta Utara, Robert, kepada wartawan, Senin (09/01/2017) kemarin.

Terkait jembatan, lanjut Robert, dirinya menemukan hampir di setiap jembatan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip konstruksi yang berdampak pada berkurangnya kualitas serta usia jembatan.
"Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan dan jangan negara kembali dirugikan oleh kontraktor serta oknum-oknum pejabat yang tidak bertanggungjawab. Kita tunggu peraturan Mahkamah Agung (Perma) diundangkan menjadi dasar hukum agar korporasi yang selama ini merugikan negara dapat dihukum sekaligus membuat efek jera," tandasnya.


Dari pantauan beritalima.com di jalan inspeksi kali Swasembada, kel. Kebon Bawang tampak beton yang baru dicor akhir tahun lalu patah meski beban yang melalui badan jalan tersebut terbilang ringan karena hanya dilalui kenderaan roda dua serta pejalan kaki.

Tak hanya itu, warna beton antara ruas yang satu dengan ruas jalan lainnya tampak berbeda warna yang diduga akibat perbedaan kualitas beton.

Sementara itu Kasudin Binamarga Jakarta Utara Ir.Yunaldi. MT ketika inggin di konfirmasi beritalima.com, Selasa (10/01/2017) tidak berada dikantornya." Pak kasudin tidak ada, Bapak darimana? ,"kata salah satu pegawai Sudin Binamarga ketus. (Edi)