Iklan

ALIANSI BEM SE SIDOARJO SALURKAN BANTUAN KORBAN BANJIR JABON SIDOARJO.




     Mahasiwa yang tergabung pada Badan Eksekutif Mahasiswa Se Sidoarjo ikut membantu korban banjir di kecamatan jabon kabupaten Sidoarjo . Mereka turun membagikan langsung ke rumah-rumah pada warga yang membutuhkannya, khususnya pada dusun penumpaan pada minggu (12/02).

    Berdasar data terbaru yang kami peroleh dari Dok.Rescue RAPI Jawa Timur, Dari 5 desa yang tergenang air dan Jumlah korban banjir di Desa Semambung sekitar 600 KK (kepala keluarga), Kedung Pandan 660 KK, Kedungrejo 200 KK, Kupang 790 KK dan Tambak Kalisogo 350 KK,Dengan TottaL Jumalah keseluruhan korban banjir mencapai 2600 KK.

    Masrur Hidayat (Presiden BEM Stkip Sidoarjo, mengatakan mengetahui bencana banjir yang terjadi di kecamatan Jabon, bersama mahasiswa lainnya yang tergabung pada Aliansi Bem Se Sidoarjo mengumpulkan bantuan. Bantuan yang diberikan langsung pada korban  bencana berupa bantuan logistic sembako meliputi Beras,  Mie Instan,  Minyak Goreng dan Obat- obatan, dan bantuan moral untuk mengajar anak-anak kecil sekitar lokasi yang sudah satu bulan lebih ini tidak mengenyam bangku sekolah akibat banjir yang terjadi Tepatnya pada Desa Semambung Dusun penumpaan, Jabon- Sidoarjo.

Bantuan yang disalurkan itu, kata Azif (Presiden Bem Umsida) hasil penggalangan dana, Setelah terkumpul lantas dibelikan berbagai kebutuhan. "Bantuan ini hasil menggalang dana, termasuk di kampus- kampus dan jalan raya di Sidoarjo oleh teman-teman Aliansi BEM Se Sidoarjo,  " tuturnya.

    Mereka mengaku turut prihatin terhadap warga dilanda banjir, apalagi rumah warga banyak yang kumuh bekas genangan air yang berminggu- minggu menggenang, bantuan secara langsung di berikan dari rumah ke rumah yang ada di dusun penumpaan sekitar 160 kk dengan paketan sembako.

     Menurut Bapak Nanang , warga setempat yang rumahnya juga menjadi pengungsian warga yang saat ini juga menjadi posko penerimaan bantuan bencana
, Diharapkan Bahwa pemerintah  Kabupaten sidoarjo lebih menjadikan bencana banjir ini menjadi prioritas pertama yang saat ini menjadi PR pemerintah dan harus di fikirkan terkait solusi penyelesaian suatu kendala maupun masalah terutama pada beberapa sector terjadinya banjir. Sehingga tak akan terjadi lagi banjir- banjir di kemudian hari .

    Beberapa Faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir adalah curah hujan yang tinggi beriringan dengan laut yang pasang,  mendapatkan kiriman air dari kabupaten pasuruan serta tidak fungsinya gorong-gorong yang ada, warga sekitarpun masih membutuhkan bantuan logistic dan kesehatan, karena ekonomi disana pun belum normal karena mata pencaharian penduduk masih mati dan warga juga membutuhkan bantuan penyemprotan nyamuk secara gratis untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah.

    Bantuan-bantuan dari pemerintah dan relawan yang telah di kumpulkan pada posko sebelumnya "posko kupang" ternyata belum bisa merata menyentuh masyarakat khususnya pada dusun penumpaan yang masih mendapatkan satu kali saja bantuan dari pemerintah karena akses menuju dusun tersebut sempat terputus dan harus menjangkau dengan perahu,  sampai saat ini masyarakat sekitar masih membutuhkan uluran tangan.

    Harapan Kami adalah semoga warga yang tertimpa musibah ini segera pulih dari kesulitan ekonomi dan kami aliansi bem se sidoarjo juga menekan terhadap seluruh elemen pemerintahan yang ada pada kabupaten sidoarjo untuk menangani serius hal ini agar tak terjadi lagi bencana banjir sebagai rutinitas tahunan,  kami akan meriset dan mengkaji terkait faktor  dan solusi banjir yang belum kunjung tuntas ini,  ujar Dimas