Iklan

Jaga Netralitas TNI dalam Pilkada dan Waspada Hadapi Situasi yang Berkembang



Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, S.E,.M.M   mengingatkan seluruh prajurit dijajarannya untuk tetap menjaga netralitas TNI dalam hajatan demokrasi, Pilkada dan tetap waspada terhadap segala situasi yang berkembang dewasa ini.
Hal tersebut Danlantamal V ungkapkan dihadapan ribuan prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Mako Lantamal V pada upacara bendera Tujuhbelasan bulan Februari 2017, yang digelar di Lapangan Upacara Yos Sudarso, Mako Lantamal V, Surabaya, Jum'at (17/2).
Hadir dalam upacara tersebut Wakil Komadan Lantamal V Kolonel Marinir Nana Rukmana, S.E. Para Asisten Danlantamal V, para Kepala Dinas dan Kasatker di jajaran Lantamal V serta para perwira staf. Sedangkan pasukan upacara terdiri dari satu unit korsik Lantamal V, satu peleton perwira, satu peleton Kowal, dua  peleton bintara, satu peleton tamtama, satu peleton pns pria dan satu peleton pns wanita.
Kepala staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, S. E, M. AP. dalam amanat yang dibacakan Danlantamal V mengatakan, rapat pimpinan jajaran kementrian pertahanan, TNI dan TNI Angkatan Laut telah dilaksanakan juga telah ditetapkan kebijakan pemimpin khususnya dilingkup TNI-AL untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas pembinaan kekuatan serta kemampuan kesiapan operasional TNI AL dalam periode 2017.
"Saya instruksikan, kebijakan-kebijakan tersebut dipahami dan segera ditindak lanjuti sampai tingkatan tehnis. Selain itu, secara paralel proses perencanaan tahun 2018 juga sudah dimulai," terang Kasal.
Menyinggung perkembangan dilingkup nasional, sangat dinamis dan memiliki kerawanan khususnya politik. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa 15 Februari lalu telah dilaksanakan pilkada serentak dibeberapa daerah di Indonesia. Meskipun telah terlaksana dengan lancar, pasca pilkada justru merupakan masa kritis karena ada potensi konflik horisontal saat perolehan suara diumumkan kepada publik. Untuk itu netralitas TNI dan kewaspadaan menghadapi situasi yang berkembang harus teta dijaga.
Pada konteks pertahanan dan keamanan nasional, kita masih akan menghadapi kompleksitas tugas yang semakin tinggi. jenis dan karakteristik ancaman keamanan maritim bersifat dinamis seiring dengan perkembangan teknologi dan globalisasi. kejahatan yang terjadi di laut bersifat lintas negara dan cenderung terorganisir seperti pembajakan, penangkapan ikan tidak sah, penyelundupan narkoba, dan sebagainya. untuk mengatasinya, diperlukan peningkatan efektivitas operasi, kesiapan alutsista dan profesionalisme prajurit matra laut. di samping itu, kerja sama lintas instansi baik dalam negeri maupun dengan penegak hukum negara lain juga harus dilakukan.
Sedangkan aspek ideologi, muncul kembali upaya oleh pihak tertentu yang hendak mengganggu stabilitas keamanan dengan menyebarkan isu dan simbol-simbol ideologi terlarang terutama komunis. secara sporadis, beberapa oknum atau kelompok masyarakat menampilkan simbol palu arit melalui media sosial, baju, spanduk, atribut dan lain-lain. situasi ini tidak boleh dianggap remeh tapi harus kita waspadai sebagai benteng negara. komunisme adalah bahaya laten yang masih mungkin kembali hadir di bumi nusantara ini.
            Mengakhiri sambutannya, Kasal kembali mengingatkan bahwa sesungguhnya masih banyak lagi tantangan tugas yang harus kita laksanakan sebagai salah satu komponen utama pertahanan negara. "untuk itu, kita semua harus menjaga komitmen dan integritas baik individu maupun secara kesatuan," pungkasnya.