Iklan

Serap Usulan Warga, Kecamatan Taman Gelar Musrenbang

MADIUN, Untuk menampung usulan dari masyarakat tentang rencana pembangunan tahun 2018, Kecamatan Taman Kota Madiun, Jawa Timur, menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), yang digelar di aula kantor kecamatan, Rabu 1 Pebruari 2017.




Selain dihadiri perwakilan dari sembilan kelurahan yang ada di Kecamatan Taman, yakni Kelurahan Taman, Kejuron, Pandean, Mojorejo, Banjerejo, Josenan, Kuncen, Demangan dan Kelurahan Manisrejo, acara yang dibuka oleh Wakil Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, juga dihadiri Sekda H. Maidi dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD).


Wakil Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, mengatakan, Musrenbang ini untuk menjaring usulan dari masyarakat untuk pembangunan wilayah Kecamatan Taman pada tahun 2018 mendatang. Selain usulan fisik, yang menjadi prioritas yakni kesehatan dan pendidikan.


"Sebenarnya semua penting. Tapi jika pendidikan sudah maju dan kesehatan masyarakat sudah terpenuhi, masyakat akan sejahtera. Karena kalau secara mandiri masyarakat sudah kuat, tidak perlu ada subsidi. Kita tetap memprioritaskan enam item yang berguna untuk masyarakat luas," kata Wakil Walikota Madiun, H. Sugeng Rismiyanto, kepada wartawan.


Menurutnya lagi, jika warga yang kurang mampu sudah mandiri, otomatis mempunyai kekuatan ekonomi. "Yang penting, kita jangan menjadikan masyarakat menunggu (bantuan) saja. Maaf, kalau bahasa ektrimnya kan kalau diberi lumayan. Mari kita bangkit dengan cara mandiri," tambahnya.


Karena itu, lanjut Sugeng, Pemkot Madiun ingin menciptakan pembangunan yang bermartabat. "Secara kaidah agama, kita tempatkan masyarakat itu sebagai orang yang bermartabat," lanjut Sugeng.


Dalam Musrenbang ini, Sugeng berharap jangan sampai ada orang yang kurang beruntung, tapi tidak mendapatkan apa-apa. "Misalnya kalau ada rumah warga yang masih terbuat dari gedek (anyaman bambu), itu harus diprioritaskan. Tapi alhamdulillah, di Kota Madiun tidak ada lagi rumah gedek berkat adanya program RTLH," pungkasnya.


Camat Taman, Doris Eko Prasetyo, menambahkan, di wilayah kecamatan Taman, ada sebanyak 212 usulan proyek fisik dengan total anggaran sebanyak Rp.261 milyar. Sedangkan untuk non fisik ada 231 usulan dengan total anggaran sebanyak Rp.8,681 milyar.


"Untuk fisik,  diantaranya yang diusulkan pembangunan jalan dan saluran. Kalau yang non fisik, ada yang mengusulkan untuk diadakan kegiatan pelatihan ketrampilan dan kesehatan," terang Camat Taman, Doris Eko Prasetyo. (Rohman/Dibyo).


Foto: Dibyo/beritalima.com