Iklan

Solidaritas ALIANSI BEM Sidoarjo


Puluhan mahasiswa Sidoarjo yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-U) Se Sidoarjo menggelar aksi solidaritas peduli Bencana Banjir yang menimpa 5 desa di Kabupaten Sidoarjo dalam bentuk aksi galang dana. Aksi galang dana ini dilakukan di kampus-Kampus dan sejumlah jalan yang ada di Sidoarjo, pengumpulan dana dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa Sidoarjo  terhadap korban bencana banjir yang terjadi di Desa Kupang, Semambung, Kedung Pandan, Kedung Rejo, dan Tambak Kalisogo Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, Rabu (11/01). 

"Bentuk kepedulian kami, selain mendo'akan korban banjir agar diberi kesabaran. Upaya lain yang kami bisa lakukan adalah dengan cara mengumpulkan dana dari donatur mahasiswa,dosen,masyarakat/pengendara yang kebetulan melintas di perkotaan Sidoarjo," ungkap Dimas , Wakil Presiden BEM Unusida.

Menurutnya, dana yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada korban banjir di jabon. 

" Insyaallah pada jumat 10/02 besok," cetusnya.

 Info mengenai kondisi sidoarjo saat ini bahwa Banjir kali ini merupakan yang terparah dari banjir tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan curah hujan yang cukup tinggi, bersamaan dengan air laut pasang serta aliran sungai kurang baik. Sehingga banjir sulit mengalir dari hulu sungai ke muara dan ketinggian banjir mencapai 70 sentimeter dan ada juga setinggi lutut orang dewasa dan tidak surut selama dua pekan, namun saat ini ketinggian banjir sudah turun mencapai angka 15-20 cm.

" Berdasar data terbaru yang kami peroleh dari Dok.Rescue RAPI Jawa Timur, Dari 5 desa yang tergenang air dan Jumlah korban banjir di Desa Semambung sekitar 600 KK (kepala keluarga), Kedung Pandan 660 KK, Kedungrejo 200 KK, Kupang 790 KK dan Tambak Kalisogo 350 KK,Dengan TottaL Jumlah keseluruhan korban banjir mencapai 2600 KK," tandasnya

Bukan hanya itu, banjir juga melanda lahan pertanian warga. Setidaknya ada 80 hektare lahan pertanian yang gagal panen, 111 hektare yang panen dini, dan 50 hektare mengalami panen, Sehingga para petani tambak terancam merugi hingga miliaran rupiah. masyarakat yang terkena dampak banjir masih dalam identifikasi. Pemerintah masih harus melakukan validasi data dengan mengecek langsung setiap korban banjir dengan kondisi lapangan. 

"Pekerjaan yang belum diselesaikan masih cukup banyak.pemerintah juga masih harus menyiapkan tempat hunian sementara bagi para pengungsi dan pemerintah harus memikirkan solusi untuk hal ini hingga tak ada lagi banjir yang terjadi kabupaten sidoarjo. 

Kami mengajak seluruh masyarakat sidoarjo untuk bersama-sama membantu saudaranya yang saat ini tertimpa musibah, saat ini juga kondisi korban banjir anak-anak masih sangat rentan. Apalagi, banyak keluarga yang memiliki balita. ancaman penyakit juga menghantui para korban banjir, maka kami atas nama aliansi Bem Se Sidoarjo bersama-sama untuk menggalang Dana Bantuan, Dana itu akan kami gunakan untuk membeli keperluan yang di butuhkan korban banjir, Kebutuhan Pokok Makanan,Obat-obatan Dll. 

" Semoga apa yang kita berikan bisa bermanfaat dan meringankan beban para korban banjir yang berada di Jabon – Sidoarjo," tutup Azif Presiden Mahasiswa Umsida