Iklan

Survei LSI : AHY Anjlok Karena Antasari dan Golput

JAKARTA,  Hasil survei yang dilaksanakan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Rabu (15/2/2017) di kantor LSI, menyatakan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta dipastikan dua kali putaran karena dari hasil survei yang telah dilaksanakan itu belum mencapai 50 + 1.


Maka dari itu, dijelaskan Ade Mulyana, peneliti LSI bahwa dari hasil survei LSI, jumlah suara pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 7.198.589 suara pemilih dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) 13.023. Maka dengan mengambil sampel 350 TPS, menghasilkan 18.88% pada pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono - Sylviana Murni dengan nomor urut satu. Berikutnya nomor urut 2 pasangan calon Basuki Tjahaya Purnama - Djarot Syaiful Hidayat dari hasil perolehan suara quick count LSI sebanyak 42,95%. Selanjutnya pasangan calon Anies Baswedan - Sandiaga Salahudin Uno nomor urut 3, memperoleh 40.17%.
Dengan demikian, AHY berada dibawah ambang batas, sedangkan Ahok dan Anies berada diatas ambang batas. Karena merosotnya elektoral AHY akibat antasari menuduh SBY sebagai inisiator kriminalisasi dirinya, diberitakan secara masif sampai dengan H-1. Padahal sebelum pencoblosan, SBY sudah membantah tapi efek elektoralnya tetap buruk untuk AHY.
Selain itu anjloknya suara AHY disebabkan golput lebih banyak terjadi di pendukung AHY. Alasannya, mayoritas terjadi di kelas menengah - bawah, karena alasan ekonomi. Mayoritas bekerja sebagai buruh harian, lebih mengutamakan bekerja, jika ke TPS upah hariannya hilang.
Alasan kedua adalah, karena alasan teknis, misalnya masalah administrasi tidak lengkap sulit untuk diurusnya. Alasan ketiga, masalah politik, disebabkan kesadaran politik rendah karena mengutamakan kebutuhan dasar. dedy mulyadi