Iklan

Untuk Pemerataan, Rekruitmen TNI Hingga Ke Pelosok Papua.

SENTANI, Pangdam  XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian menyebut saat ini penerimaan calon Bintara maupun Tamtama TNI, 80 persen adalah putra asli Papua.


"Kita konsisten dengan penerimaan (tentara, red), yakni 80 persen anak asli Papua, dari semua wilayah,"kata Pangdam disela-sela pelantikan 188 orang mantan Siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI AD Tahap I TA 2016 di Lapangan Pancasila Rindam XVII/Cenderawasih, Senin (13/2/2017).
Dari 188 mantan siswa yang telah dilantik menjadi Bintara TNI tersebut,kata Pangdam, hampir seluruhnya adalah anak putra asli Papua di wilayah terpencil di beberapa wilayah di Pegunungan Papua. Semisal Kabupaten Tolikara, Kabupaten Nduga, Kabupaten Asmat dan Jayawijaya.
"Semua ada keterwakilan, dan ini saya kawal jadi saya perintahkan para dandim dan danramil untuk merekrut mereka (putra asli daerah itu, red) untuk kemudian disiapkan ikut tes tentara," katanya.
Pangdam mengaku pihaknya memprioritaskan putra asli Papua wilayah Pedalaman Papua untuk pemerataan pasukan TNI di Papua.
"Ini penting untuk pemerataan TNI, katakanlah suatu saat nanti mereka akan menjadi Babinsa (Bintara pembina desa,red), katakanlah seperti di Lanny Jaya, mereka akan mudah masuk dengan keterikatan bahasa dan adatnya," ungkap Pangdam.
Penerimaan anggota TNI terhitung sejak 2013 lalu telah memberlaluka persentase pembagian antara putra asli Papua dab non Papua, yang mana untuk 20 persen adalah non Papua dan 80 persen Putra Papua.
Dari 188 Bintara Muda yang dilantik, kemudian nantinya akan mengikuti kecabangan selama tiga bulan. Dan untuk selanjutnya akan mendapatkan penugasan ke daerah. (Ed/Papua).
Caption foto : Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian saat menandatangani berita acara pelantikan siswa Dikmaba di Rindam XVII Cenderawasih.