Iklan

Terapi Listrik Ala Suwito, Selepas Kerja Dia Strum Puluhan Orang

SIDOARJO,   Terapi listrik adalah jenis pengobatan alternatif yang mengunakan media listrik melalui sentuhan jari penterapis. Terapi ini bermanfaat untuk melenturkan urat syaraf, melancarkan peredaran darah.


Selain itu juga untuk melunturkan lemak dalam darah (kolestrol), meningkatkan vitalitas tubuh, membakar kadar gula, mengaktifkan ion-ion dalam tubuh, dan memperbaiki kulitas darah.


Sekali sesi pengobatan bisa berlangsung antara 30 sampai 45 menit. Selama itu penterapis mengalirkan listrik di sekujur tubuh pasien, melalui simpul-simpul syaraf di tangan, kaki, kepala, punggung, leher dan lain sebagainya.


Itulah yang selama ini dilakukan Suwito, pria umur 50 tahun yang buka praktek di kediamannya, di Jalan Makmur, Desa Betro, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.


Pak Wito, demikian dia biasa dipanggil, sentuhan jari tangannya mampu memancarkan gelombang arus listrik terukur, dan tidak berbahaya bagi pasien. Sentuhan telapak tangannya mempunyai arus listrik.


Dengan kemampuannya itu, Wito dapat mengobati berbagai penyakit, antara lain melancarkan sirkulasi darah di seluruh tubuh, menjaga kesehatan agar tetap prima, membantu mengurangi rasa sakit dan kelelahan.


Juga, melancarkan produksi hormon endorfin yang berfungsi untuk relaksasi tubuh, mengurangi beban yang di timbulkan akibat stres, menyehatkan dan menyeimbangkan kerja organ-organ tubuh.


Bahkan, bisa menyingkirkan toksin atau racun dalam tubuh, memberi kekuatan dan kelenturan pikiran, tubuh dan emosi bisa di tingkatkan, rekturisasi tulang, otot dan organ dapat di bantu, dan tidur bisa lebih nyenyak.


Terapi listriknya dapat meningkatkan vitalitas tubuh dan membantu penyembuhan penyakit seperti stroke dini, kelumpuhan, darah tinggi, diabetes, maag, obesitas, vertigo, rematik, asam urat, saraf kejepit, badan pegal, kesemutan, keringat dingin, lemah syahwat, kurang perkasa, dan ambeyen.


Lain dari itu, Wito juga diberi kemampuan untuk menyembuhkan penyakit tumor dan berbagai penyakit lain. "Insyaallah," ucapnya setiap kali dimintai tolong pasiennya.


Anugerah Gusti Allah itu tidak pernah dikomersialkan Wito. Separah apapun penyakit pasien yang ditangani, Wito cuma menerima keikhlasan pasiennya.


Akan tetapi, pegawai perusahaan forwading di Bandara Juanda ini hanya bisa menolong para penderita penyakit selepas jam kerjanya, yakni saban malam plus hari Sabtu dan Minggu.


Dengan kemampuan individunya, Wito menyalurkan energi listrik yang aman dan dapat diterima oleh tubuh manusia. Jangan takut bila energi listrik yang disalurkan terlalu menyengat, karena Wito dengan mudahnya dapat meregulasi atau menaik-turunkan kadar listrik yang mengalir ke pasien. (Ganefo)





Teks Foto: Suwito (kiri) saat menangani salah seorang pasiennya.