Iklan

Pangdam V Brawijaya Tinjau SP3T di Eks. Yonif 503 Jombang

JOMBANG Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko meninjau Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) di eks. Yonif 503, Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Tinjauan Pangdam tersebut, Selasa (28/4/2017) didampingi Danrem 082/CPYJ Mojokerto, Kol Gav Gathut Setyo Utomo, Dandim 0814 Jombang Letkol Arh M.Fatkhurahman, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Czi. Budi Pamuji, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan jajarannya seperti didampingi Kepala Dinas Pertanian Jombang Hadi Purwantoro, Kepala Dinas Ketahanan Jombang Heri Setyobudi. Dan dihadiri juga oleh Ketua PN Jombang, Kajari Jombang, serta dihadiri Kepala Bulog Sub Diver Surabaya Selatan II.



"SP3T yang dikelolah korem ini kami bangun untuk mengatasi persoalan yang kerap dirasakan para petani kita, misalnya, dengan adanya SP3T yang memiliki berbagai alat pertanian modern  maka petani tidak akan lagi ditakutkan terhadap anjloknya harga gabah di musim penghujan sebab disini sudah siapkan peralatan seperti pengering gabah dan penggilingnya sekaligus," ujat Pangdam.
Dikatakan Kustanto, dengan adanya SP3T ini tujuannya adalah membantu dan mempermudah para petani melakukan efesiensi produksi sehingga nantinya akan menghasilkan gabah maupun beras terbaik.  Oleh karena itu menurutnya, dengan adanya SP3T ini, diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan para petani di wilayah Kabupaten Jombang.
Sementara dikatakan Arsyad, Kepala Bulog Sub Divisi Regional II Surabaya Selatan, bahwa dengan penggunaan mesin modern SP3T itu menurutnya mampu menghasilkan beras premium, dibanding menggunankan mesin tradisional yang hanya mampu menghasilkan beras berkualitas rata-rata (medium), SP3T ini katanya dapat menghasilkan beras kualitas premium atau semi premium. Masih dikatakan Arsyad, Bulog Sub Divre II Surabaya Selatan selalu optimis bersama tim sergap TNI, denga Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Poktan, Gapoktan, Tani dan penggilingan kecil.

"Kita optimalkan untuk menyerap produksi padi. Sekarang ini gabah petani sudah terserap dan ini lagi berjalan, penyerapan gabah tidak ada masalah lagi karena ada mitra kerja pengadaan termasuk penggilingan – penggilingan kecil, Bulog telah menyerrap 20% dari 90 ribu ton beras,"ujarnya.

Terkait musim hujan, ditambahkan Hadi Purwantoro, Kepala Dinas Pertanian Jombang menyatakan bahwa perkembangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) selalu ada meskipun perubahan cuaca tidak menentu untuk tanaman padi baik hama maupun penyakit. menurutnya selalu tangani dan dipantau petugas PUPT agar tidak terjadi kesalahan fatal dan sekarang ini sudah tidak ada masalah.

"Satu bulan yang lalu terjadi masalah akibat kadar air gabah terlalu tinggi tapi sekarang sudah tidak ada masalah lagi yang pasti berdasarkan SK Mentan maksimal 25% bisa menyerab gabah. Sementara Pemerintah Kabupaten Jombang khususnya Dinas Pertanian Jombang tidak memberi sarana untuk alat pengeringan," imbuhnya. dedy mulyadi