Iklan

Tiga Pilar Kecamatan Koja Gelar Apel Siaga Pilkada







JAKARTA,  

Jelang pencoblosan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 yang akan di laksanakan besuk, Rabu 19 April 2017. Polsek Koja bersama tiga pilarnya menggelar apel gabungan persiapan pembagian ploting serta pengamaanan Pemilihan di Parkiran Halaman Masjid Jakarta Islamic Center Jakarta Utara Jln. Kramat Jaya Raya Kel. Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Selasa (18/04/2017).

Kapolsek Koja Kompol Supriyanto SH. MH, mengatakan wiyah Kecamatan Koja merupakan daerah rawan. Ia meminta seluruh anggota kepolisian yang berjaga untuk antisipasi hal-hal yang tidak di inginkan. 

"Menurut informasi ada massa daru luar Jakarta maka dari itu personil di harapkan tetap antisipasi dan siaga penuh.Tiap-tiap kelurahan ada penghubung maka dari itu saya meminta petugas kepolisian jangan bertindak sendiri," ujar Kompol Supriyanto.

Ia juga berpesan kepada anggotanya agar selalu memberikan laporan setiap keluar dari lingkup Tempat Pemilihan Suara (TPS). "Apabila rekan-rekan mau kebelakang atau mau keman mana tolong kasih kabar ke petugas TPS,"pinta Kapolsek.

Apel Gabungan sendiri di ikuti sebanyak 842 Personil yang antara lain BKO TNI AD sebanyak 397 personil, Polda Metro 327 Personil, Polres Metro Jakut 53 personil dan Polsek Koja sebanyak 65 personil.

Yusuf Majid Camat Koja menerangkan, Tiap TPS ada petugas KPPS dan 2 org Pamsung, satu bertugas di pintu masuk dan pintu keluar, selain itu ada petugas Panwascam dengan total  keseluruhan petugas yang ada di TPS sekitar 10 Org.

"Silakan chek nama yang ada di DPT dan bagi tidak ada terdaftar di DPT agar diberitahu untuk memilih pada pukul 12.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB," kata Yusuf Majid.

Ia juga meminta Satpol PP Kecamatan dan Kelurahan yang bertugas untuk mengenali warga yang datang. "Apakah warga asli apa sebagai pendatang,"pintanya.

Yusuf Majid menambahkan apabila ada hal-hal yang tidak di ingginkan du wilayah sudah di siagakan Pasukan Pemukul yang sewaktu-waktu bisa di gerakan apabila diperlukan.

"Kita antisipasi pada saat penghitungan suara untuk menjaga adanya kekecewaan dari tiap pendukung Paslon,"tambahnya. (Edi)