Iklan

YSTC - BPBD Pidie Jaya Peringati HKBN

Pidie Jaya - Dalam rangka memperingatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) partner Save the Children bersama Pemerintahan Kabupaten Pidie Jaya yang dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan dua kegiatan utama: 1). simulasi penanganan bencana dan 2). upacara memperingati HKBN dimaksud. Kegiatan ini dipusatkan di lapangan bola kaki/alun-alun Kota Meureudu, mulai jam 10.00 pagi hingga siang hari ini, 26 April 2017. Hadir dalam acara dimaksud Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi, M.Si sebagai Pembina upacara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie Jaya, unsur Dewan Permusyawaratan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya, jajaran TNI-Polri, berbagai Satuan Tugas (Satgas) dan badan terkait: BPBD, Satpol PP- Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan, RSU Pidie Jaya dan Puskesmas, Tim Sar-Rescue,  Dinas Sosial Dinas Pendidikan dan Kemenag serta sekolah-madrasah, unsur kecamatan Meureudu, Palang Merah Indonesia (PMI), tim Yayasan Sayangi Tunas Cilik (YSTC) beserta Fasda-nya (Fasilitator Daerah), Forum Sekolah Madrasah Aman Bencana (FORSMAB) Pidie Jaya,  unsur swasta dan perbankan Pidie Jaya, relawan Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI), Orari, Tagana, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), , unsur KNPI, PWI, perangkat desa dan tokoh masyarakat, dll. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 2500 peserta baik dari siswa-siswi SD-MI, SLTP dan SLTA dalam kegiatan simulasi, tamu undangan dan juga masyarkarat yang menonton kegiatan dimaksud.


 
Kepala BPBD Pidie Jaya, M. Nasir, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan simulasi gempa dan tsunami untuk menyambut hari kesiapsiagaan kebencanaan nasional  tahun 2017. Kita belajar dari pengalaman gempa dan tsunami tanggal 26 desember 2004 dan gempa bumi 7 desember 2016 di Pidie jaya bahwa banyak pihak belum berperan dan terorganisir secara baik, serta belum punya keahlian atau skil yang memadai untuk berperan maksimal dalam penaggulangan bencana. Pelatihan simulasi gempa bumi dalam hal penaggulan bencana ini masih dirasa kurang dan perlu terus digalakkan.
Nasir mengatakan bahwa kegiatan ini serentak diselenggarakan di seluruh Indonesia dengan berbagai kegiatan seperti latihan evakuasi mandiri, simulasi bencana, uji sirine, peringatan dini, dan uji shelter dan lain lain. Harapan dari latihan ini untuk memberi pengetahuan mengenai posisi kita masing-masing dan apa solusi dalam merespon resiko bencana tersebut.
Dalam penutupan laporannya, Nasir berharap supaya kegitan ini menjadi kegiatan rutin yang akan dilaksanakan setiap tahun di Pidie Jaya. Ia juga menyarankan masing masing instansi dapat memasukkan anggaran ke dalam dipa, sehingga pelaksanaan kegiatan ini akan lebih lancer di tahun-tahun mendatang.
 
Sementara itu, Pimpinan YSTC Pidie Jaya, DR. Muslem Daud, M.Ed dalam sambutannya mengatakan bahwa YSTC patner Save the Children sudah ada di Indonesia dan berawal di Aceh pada tahun 1976. Response terbesar diberikan adalah ketika adanya musibah Gempa dan Tsunami tahun 2004 yang lalu, termasuk membangun rumah, puskesmas, rumah sekolah, dan konstruksi lainnya. YSTC juga memberikan bantuan untuk musibah Aceh Tengah-Bener Meriah 2013 lalu dan kembali membantu masyarakat kita Pidie Jaya karena adanya musibah gempa 7 Desember 2016 lalu.
Menurut Daud, banyak hal yang dilakukan, hanya saja pada kesempatan kali ini YSTC bergerak pada bidang soft program karena pemerintah pusat sudah menjanjikan bahwa semua kerugian dan kerusakan bangunan fisik akan ditangani oleh pemerintah kita sendiri. Sehingga kami fokus pada hal-hal yang bersifat peningkatan kapasitas pengetahuan dan melaui sosialisasi, training, pelatihan, simulasi, dan termasuk mensupport lahirnya PERBUP No. 11 tahun 2017 tentang Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB). Sebelum mengakhiri sambutannya ia sangat mengapresiasi kegiatan kolaborasi melibatkan seua pihak ini. Kiranya hal ini memberikan kesadaran kepada semua bahwa musibah sewaktu-waktu dapat saja datang dan kita sudah siap mengahadapinya. Dengan demikian resiko dari bencana dihadapi dapat diminimalisir, pangkas Doktor kelahiran Keumala dan jebolan Taiwan tersebut.
 
Sedangkan Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi, M.Si, dalam amanatnya menyampaikan bahwa semua kita perlu siap sebagaimana dituntun oleh  UU No. 24 tahun 2007 secara bersama-sama baik jajaran pemerintah daerah dan pihak swasta, TNI, POLRI, LSM, dan seluruh masyarakat. Kita semua berperan aktif untuk melaksanakan langkah - langkah untuk mengurangi rsiko bencana.
Waled, panggilan akrab sang Wakil Bupati melanjutkan bahwa hari ini sudah kita lakukan kesiapan baik pada seluruh SKPK, dan nanti kedepan perlu persiapan persiapan yang harus dilakukan secara terus menerus. Persiapan kesiapsiagaan ini perlu karena pengalaman kita seperti yang lalu (merujuk gempa 7 Desember 2016) sangat kelabakan, dimana kita belum siap. Dukungan semua pihak, baik dari TNI POLRI, LSM dan jajaran pemerintah, satgas, masyarakat, tokoh masyarakat dan sebagainya, telah turut berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan bantuan. Ke depan, insyaallah dapat kita akan lebih siap. Namun demikian, Waled mendoakan supaya tidak ada lagi musibah yang seperti yang dialami, walaupun kita senantiasa dituntut untuk selalu siap.
 
Menyinggung kegiatan yang dilaksanaakan pada hari ini, Waled memberi apresiasi besar kepada seluruh panitia lintas sektor yang telah bekerja keras mulai gladi resik sehari sebeumnya yang melibatkan berbagai pihak TNI POLRI, khususnya Perwira Penghubung TNI, berbagai satgas dan badan, relawan dan YSTC team, unsur pemerintah dan swasta atas terselenggaranya kegiatan HKBN tahun pertama ini.  Ke depan perlu pembenahan-pembenahan di sana sini untuk kesempurnaan pangkasnya.
 
Salah satu rangkaian peringatan HKBN menarik adalah seluruh peserta dan tamu undangan serta masyarakat yang hadir disuguhkan dengan atraksi pemadaman kebakaran yang dilaksanakan ole him Damkar BPBD Pidie Jaya. Tiga unit Damkar diterjunkan dan api kebakaran sedang menyala hebat dapat dipadamkan dengan sigap oleh tim BPBD.
 
Selanjutnya, Wakil Bupati, Forkopimda dan  tamu undangan serta peserta simulasi dipersilakan untuk mencicipi makanan darurat yang disiapkan oleh dapur umum tim konsumsi BPBD. Tamu diberikan piring, termasuk kepada Wakil Bupati yang secara bergiliran mengambil makanan model prasmanan (ambil sendiri).  Terlihat Waled dan tamu lainnya antri dengan sabar, mengambil makanan lalu duduk di ranjang darurat serta menikmati makanan sembari berdiskusi ramah dengan tim dapur umum BPBD dan juga tamu undangan lainnya. Dapur umum ditutup dan keseluruhan acara berakhir sekitar jam 12.30 siang. (red)