Iklan

Gus Ipul: Muslimat NU Berperan Satukan Keutuhan Keluarga

LUMAJANG,   Muslimat NU selama ini mempunyai peran di tengah masyarakat, terutama ikut berperan dalam menyatukan keutuhan keluarga. Sebab pendidikan keluarga menjadi hal yang penting dalam pembangunan masyarakat. 
  
"Muslimat NU memberikan perhatian yang cukup serius terhadap keutuhan keluarga. Untuk yang akan berkeluarga maupun yang sudah berkeluarga mengerti betul bagaimana membangun keluarga yang baik," ujar Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf saat menghadiri Harlah Muslimat NU Ke-71 di Taman Alun-alun Lumajang, Minggu (14/5). 

Menurutnya, dengan peran muslimat dalam menjaga keutuhan keluarga, dapat mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan waramah. Sebagai pemersatu keluarga, muslimat harus terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan, serta menambah ilmu agar bisa selamat dunia dan akhirat. 

"Lewat muslimat ini diharapkan bisa tambah terus ilmunya. Dengan menambah ilmu dan pengetahuan, bisa menjadi golongan yang diangkat derajatnya baik di dunia maupun akhirat. Sebab orang yang cukup ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT," jelas Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim. 

Untuk itu, Gus Ipul mengapresiasi peran muslimat yang bisa menyatukan bangsa, ikut menyatukan ukhuwah islamiyah, serta mampu menyatukan dan memperkuat keluarga.
"Itulah muslimat. Mari kita teruskan dan kembangkan muslimat sebagai pemersatu bangsa, umat, dan sekaligus pemersatu keluarga," kata Gus Ipul sapaan lekat Wagub Jatim. 

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga berharap agar muslimat ikut terlibat dalam pendampingan masyarakat untuk mengatasi masalah-masalah sosial, terutama penanganan masalah kesehatan. Sebagai contoh, muslimat bisa ikut mentatasi gizi buruk, masalah-masalah penyakit seperti tuberkolosis dan kusta di daerahnya masing-masing. "Muslimat ini hebat, bisa ambil bagian masalah-masalah sosial di sekitarnya," imbuhnya. 

Sementara itu, Bupati Lumajang Drs. H. As'at Malik, M.Ag mengatakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdiri dari berbagai macam warna, golongan, suku bangsa, agama, tetapi hanya satu tujuannya menjaga NKRI. "Jangan mau dipecah belah oleh siapapun. Negara kita memutuskan Pancasila sebagai dasar negara," tuturnya.
Untuk itu, ia berharap agar muslimat semakin mampu menunjukkan perannya dalam mendampingi anak-anak supaya menjadi generasi yang mampu mempertahankan NKRI. (rr)