Iklan

RATA II UKM Pagar Nusa Unusida Hasilkan Ketua Terpilih Maulana Maliek




RATA (Rapat Tahunan Anggota) Ke II dan Tasyakuran Dies Maulidiyah Ke II UKM Pencak Silat Pagar Nusa UNUSIDA bertajuk Revitalisasi Semangat Pendekar Menuju Pemimpin Yang Revolusioner dalam meneguhkan Khittoh Perjuangan Pagar Nusa ini akan menjadi tonggak kaderisasi dan estafet kepemimpinan di tingkat struktural kepengurusan UKM Pagar Nusa Unusida. RATA  juga bertujuan untuk mengkonsolidasi para pengurus dan pendekar pencak silat NU di Unusida.

Ketua Panitia OC RATA II UKM  Pagar Nusa Unusida, Syafa  mengungkapkan betapa RATA  ini penting untuk estafet kepemimpinan dan kaderisasi karena sebagai forum tertinggi dalam memutuskan dan merumuskan apapun dalam perkembangan Pagar Nusa Unusida dan harus siap dalam mengkonsolidasi diri. RATA  kali ini sangat penting, untuk menguatkan barisan, merevitalisasi semangat kader selaligus melahirkan pemimpin-pemimpin yang siap secara lahir dan batin, secara intelektual maupun spiritual," tegas Syafa

 Beberapa kandidat yang muncul menjadi ketua umum UKM Pagar Nusa Unusida dalam RATA II Burhanul Muchlasony (Fakultas Ekonomi),  Wahyu, Ihya' Ulumidin,  Choris dari (Fakuktas Teknik),  dan Nisa dari (FKIP),  Serta Maulana Maliek Ibrahim dari (Fakultas Ilmu Kompute)

"Selamat atas terpilihnya Maulana Maliek Ibrahim menjadi ketua terpilih UKM pagar Nusa Unusida periode 2017-2018 di RATA ke 2 dalam Dies Maulidiyah UKM Pagar Nusa Unusida yabg Ke 2  di Ruang Seminar Unusida,  semoga dapat mengemban amanat  dalam 1 tahun kedepan," ujar Ketua Demisioner UKM  pagar nusa Unusida,  M Ilham Atho'illah.

"Maulana Maliek Ibrahim terpilih secara aklamasi pada putaran pertama ," Lanjut Ilham.

Dalam sambutannya sebagai ketua terpilih,  Maulana Maliek mengungkapkan bahwa saat ini dalam hal berlatih bukan saja hanya mengandalkan kemampuan bertanding,  namun kecerdikan, mental baja dan kedisiplinan dalam berorganisasi harus di tegakkan,  maka dari itu kami siap menciptakan perubahan lebih baik,  merevitalisasi mental pendekar untuk meneguhkan khittoh perjuangan pagar nusa baik mempertahankan NKRI dan Pancasila maupun faham Aswaja dan dengan prestasi serta penegembangan tradisi pencak silat yang berkorelasi dengan era zaman harus tetap terjaga sebagai ke khas an budaya indonesia.