Iklan

Seminar Nasional tentang Perubahan Sistem Pemilu digelar FH Ubhara



SURABAYA,   Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya, mengadakan Seminar Nasional dengan tema Implikasi Perubahan Sistem Pemilu terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia, bertempat di Hotel Luminor Surabaya, Senin (04/9).
Hadir sebagai pembicara, Dr. Dossy Iskandar, SH.,MH (Anggota Komisi III DPRRI), Prof. Dr. Burhan Bungin, M.Si., P.Hd (Ketua Umum Assosiasi Peneliti Kualitatif Indonesia) dan Gogot C. Baskoro (KPUD Jatim).
Dalam seminar yang mengupas tentang perilaku partai dan elit politik tersebut, Menurut Narasumber I Prof. Burhan Bungin bahwa Komunikasi Politik dibangun untuk mengkonstruksi harapan-harapan kepada khalayak (trust building), terutama kepada anggota partai politik atau simpatinya yang secara tidak langsung mendukung partai atau elit politik. "Dalam konteks perlawanan terhadap petahana dalam pemilu 2019, maka SBY dan Prabowo menjadi elite-elite partai utama yang mampu memainkan komunikasi politik untuk melawan pergerakan petahana" ulas Burhan.
Prof. Burhan menambahkan, bahwa kekuatan elit politik di Indonesia saat ini seperti, Jokowi, Megawati, SBY dan Prabowo sangat dapat dipastikan memainkan peran mereka dalam komunikasi politik Indonesia.
Dekan Fakultas Hukum Ubhara, Dr. Ismu Gunadi, menyambut baik adanya Pemilu serentak Tahun 2019, " Sistem Pemilu serentak sangat bagus, karena dengan sistem tersebut kemungkinan kecurangan akan berkurang, dan yang pasti akan menghemat anggaran serta menjadi pembelajaran bagi mahasiswa" ungkap dekan yang juga purnawiran polisi ini. (rr)