Iklan

Putusan Pengadilan Senilai Aud$ 5,130,000 Didaftarkan dan Ditegakkan di Australia Melawan Pengusaha Bermasalah Asal Medan, Harun Abidin

JAKARTA - Pengadilan New South Wales, Australia telah menyatakan bahwa Harun Abidin seorang pengusaha bermasalah asal Medan (Indonesia) telah gagal menyelesaikan kewajiban hukum untuk membayar kepada Cedrus Investments Ltd, sesuai dengan keputusan Pengadilan Grand Cayman pada tanggal 9 Agustus 2017.


Persoalan antara Harun Abidin dan Cedrus Investments Ltd, berawal ketika Harun Abidin lalai membayar kewajiban membayar utang kepada Cedrus Investments Ltd, sebuah perusahaan yang didirikan di Cayman Island. Pada pertengahan tahun 2015 Harun Abidin mulai lalai melaksanakan pembayaran yang sebelumnya telah terjadual.



Sebagai bentuk niat baik, Cedrus Investments Ltd telah memberikan beberapa kali perpanjangan jatuh  tempo pembayaran, memahami kesulitan Harun Abidin. Namun niat baik tersebut tidak direspon dengan baik oleh Harun Abidin, alih-alih berniat baik malah membuat pemberitaan palsu yang menyesatkan terhadap Cedrus Investments Ltd melalui lokal media di Indonesia.



Selanjutnya, Harun Abidin terus melakukan aksi-aksi menyesatkan dan tindakan-tindakan tidak etis demi menghindar dari kewajiban membayar utang-utangnya. Demikian dikatakan Wirawan Adnan dari Kantor Pengacara Sholeh Adnan & Associates, Kuasa Hukum Cedrus Investments Ltd di Jakarta, Senin (20/11).



Pada tanggal 9 Agustus 2017 Mahkamah Agung New South Wales menyatakan, berdasarkan keputusan Pengadilan Grand Court Cayman Island yang telah didaftarkan, maka jumlah sisa utang tersebut wajib dibayarkan sesuai dengan hukum yang berlaku di Australia.



Mahkamah Agung The New South Wales selanjutnya membuat perintah penegakan hukum pada tanggal 28 September 2017 terhadap beberapa aset yang dimiliki Harun di Australia. (jj)