Iklan

Akhmad Sukardi : Daerah Asal Harus Jadi Inspirasi Proyek Perubahan

SURABAYA,   Pelaksana Harian (Plh.), Gubernur Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi MM meminta kepada seluruh pejabat eselon II yang sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan agar mereka mampu menjadikan daerahnya sebagai inspirasi proyek perubahan. Permintaan itu disampaikan karena peran mereka dalam melaksanakan kebijakan strategis instansi dinilai sangat menentukan pembangunan wilayah masing-masing.    

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan pada acara Pembukaan Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XI di Badiklat Prov. Jatim, Jl. Balongsari Surabaya, Selasa (10/4).
Ia mengatakan, proyek perubahan yang dilaksanakan dalam program pendidikan dan pelatihan menjadi model pendidikan baru. Artinya, peserta diklat diberikan pembelajaran yang efektif, menemukan solusi hingga cara pengaplikasiannya. 

"Bapak-ibu, di didik disini harapannya bisa merubah daerah asal, lewat proyek proyek perubahan yang akan bapak susun menjadi bentuk pelayanan masyarakat secara efektif dan efisien," ujarnya. 
Masih menurut Akhmad Sukardi, proyek perubahan yang akan disusun tidak selalu idealis. Bentuk pelayanan yang dirasa memberikan perubahan pasti akan bermanfaat bagi daerah asal. Sehingga bisa diangkat dan disusun menjadi proyek perubahan yang luar biasa. 

"Proyek perubahan tidak harus sesuai dengan idealisme kita. Tapi bisa dalam bentuk pelayanan apapun, jika bermanfaat dalam memberikan kemudahan kepada publik itulah yang bisa kita angkat," tegasnya. 

Plh. Gubernur Jatim yang kesehariannya menjabat sebagai Sekdaprov Jatim ini menegaskan kepada pejabat eselon II yang akan menyusun proyek perubahan bagi daerahnya harus memiliki komitmen dan rasa optimis. "Hati kita harus ditananmkan bahwa kita mampu dan bisa untuk merubah daerah kita menjadi lebih baik lewat proyek perubahan," imbuhnya. 

Ia mencontohkan, proyek perubahan bisa dari penelitian-penelitian sebelumnya. Kemudian, usaha tersebut bisa disempurnakan menjadi sebuah proyek perubahan yang inspiratif. "Tak hanya itu, inspirasi proyek perubahan bisa di dapat setelah melihat langsung daerah yang telah menjadi contoh dari pelayanan publik di Indonesia," ujarnya. 

Pemprov Jatim, tambah Akhmad Sukardi, memiliki bentuk layanan publik yang sudah menjadi percontohan daerah lain di Indonesia. Salah satunya adalah Pelayanan Perijinan Terpadu (P2T) dan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (P2BJ). "Inovasi pelayanan milik Pemprov Jatim bisa ditiru atau diaplikasikan. Itu juga merupakan proyek perubahan dengan menyempurnakan bentuk pelayanan publik yang ada di daerah lain kemudian di aplikasikan dan dilaksanakan di daerah asal," jelasnya. 
Sementara itu, Deputi Bidang Inovasi LAN Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo SH MA mengatakan, saat ini pejabat publik memiliki tugas besar untuk mampu melompati dan menghadapi tantangan kemajuan jaman dengan cara terus berinovasi. 

Tantangan pejabat publik hari ini, menurut Tri Widodo Wahyu Utomo adalah bagaimana mereka harus mampu membangun integritas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada publik. Disamping itu, mereka diharapkan memiliki rasa cinta terhadap pekerjaannya secara profesional. 
"Aparatur harus memiliki rasa cinta dan memiliki kemampuan atau kompetensi. Kita harus mampu melakukan pekerjaan secara profesional yang baik disertai oleh rasa cinta terhadap pekerjaan," tegasnya. 

Pelaksanaan Diklat PIM II Angkatan XI Tahun 2018 yang dilaksanakan selama lima bulan itu diikuti 60 peserta. Mereka terdiri dari 56 eselon II dan 4 orang berasal dari eselon III. 
"Peserta terbagi dalam empat instansi yakni kepolisian negara RI, intansi provinsi, kabupaten, kota seluruh Indonesia," kata Kepala Badiklat Prov Jatim, Dr. A Mudjib Affan. (rr)